Keberadaan Buzzer Kacaukan Demokrasi

Sabtu, 18 Februari 2017 - 16:50 WIB
Keberadaan Buzzer Kacaukan...
Keberadaan Buzzer Kacaukan Demokrasi
A A A
JAKARTA - Keberadaan buzzer yang kerap menyebar fitnah dan berita bohong (hoax) di media sosial (medsos) dianggap tak baik dalam perkembangan demokrasi di Indonesia.

Adapun buzzer merupakan sekelompok orang yang eksis di medsos yang digunakan untuk memberikan kesan tertentu terhadap sesuatu hal.

"Itu tidak produktif dalam perkembangan demokrasi Indonesia. Namanya juga hoax, kebohongan, itu saya pikir tidak akan bagus dalam perkembangan demokrasi kita," kata pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan ‎Emrus Sihombing kepada SINDOnews, Sabtu (18/2/2017). (Baca Juga: Berita Hoax Berpotensi Pecah Belah Persatuan )

Menurut dia, buzzer kerap digunakan juga untuk alat kampanye hitam (black campaign) menghadapi pemilu. Caranya dengan menyebarkan kabar yang tidak jelas.

"Sumbernya tidak jelas, isinya bohong. Menurut saya, hoax semacam ini adalah orientasi bisa saja dia orientasi menghancurkan seseorang tokoh demi kepentingan tertentu," paparnya.

Dia juga berpendapat, buzzer yang menyebar hoax dimobilisasi oleh suatu kekuatan tertentu demi kepentingan mengacaukan demokrasi.

"Mengacaukan situasi politik, dan kemudian untuk tujuan-tujuan yang sifatnya tidak produktif," katanya.
(dam)
Berita Terkait
Eksploitasi Kesedihan...
Eksploitasi Kesedihan di TikTok, Partai Perindo Minta Pemerintah Perketat Pengawasan
Medsos Jadi Kekuatan...
Medsos Jadi Kekuatan Membangun Wisata dan Tingkatkan Perekonomian Masyarakat
Pemilih Pemula Akui...
Pemilih Pemula Akui Kampanye di Media Sosial Efektif
Konvensi Rakyat Perindo...
Konvensi Rakyat Perindo Ajak Anak Muda Bersuara Bukan Hanya di Sosial Media
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong DPW-DPD Maksimalkan Kampanye Program Partai Lewat Media Sosial
Rakerwil Partai Perindo...
Rakerwil Partai Perindo Sulut, HT Minta Pengurus Manfaatkan Media Sosial
Berita Terkini
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima PN Jaktim, Roy Suryo: Harusnya Berlaku Juga Buat Kasus Saya
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Hakim: JPU Tak Cermat Susun Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved