Menko PMK Klaim Krisis Pangan di Papua Tengah Teratasi, Stok Disuplai Setiap Hari
Jum'at, 18 Agustus 2023 - 16:39 WIB
loading...
Menko PMK Muhadjir Effendy memberikan keterangan kepada media usai melapor ke Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (18/8/2023). FOTO/MPI/BINTI MUFARIDA
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memastikan krisis pangan di tiga distrik Agandugume, Lambewi, dan Oneri, Papua Tengah telah teratasi. Stok pangan disuplai setiap hari dari Timika.
Hal ini disampaikan Muhadjir Effendy kepada media usai melapor ke Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (18/8/2023).
"Ada beberapa hal yang sudah saya laporkan, pertama mengenai penanganan kelangkaan makanan sekarang sudah bisa disuplai dengan rutin. Kita siapkan stok pangan di Timika dan kemudian kita suplai setiap hari supaya bisa, secara ajeg melalui bandara Agandugume atau kalau tidak bisa melalui Sinak," katanya.
Sebelumnya dilaporkan sebanyak 8.000 orang kelaparan akibat krisis pangan di tiga distrik, yakni Agandugume, Lembewi, dan Oneri. Ketiga distrik itu berada di lembah Agandugume.
"Krisis pangan akibat anomali cuaca yaitu turunnya hujan es dibarengi kabut salju yang itu mengakibatkan makanan pokok mereka, bahan makanan pokok mereka yang berupa umbi-umbian itu membusuk, membusuk dan kalau dimakan beracun," ungkap Muhadjir.
Karena itu, kata Muhadjir, pemerintah pusat bersama pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Bupati Kabupaten Puncak melakukan penanganan bersama. Sebab, jika hanya ditangani oleh daerah, maka tidak bisa diselesaikan dengan cepat.
Hal ini disampaikan Muhadjir Effendy kepada media usai melapor ke Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (18/8/2023).
"Ada beberapa hal yang sudah saya laporkan, pertama mengenai penanganan kelangkaan makanan sekarang sudah bisa disuplai dengan rutin. Kita siapkan stok pangan di Timika dan kemudian kita suplai setiap hari supaya bisa, secara ajeg melalui bandara Agandugume atau kalau tidak bisa melalui Sinak," katanya.
Sebelumnya dilaporkan sebanyak 8.000 orang kelaparan akibat krisis pangan di tiga distrik, yakni Agandugume, Lembewi, dan Oneri. Ketiga distrik itu berada di lembah Agandugume.
"Krisis pangan akibat anomali cuaca yaitu turunnya hujan es dibarengi kabut salju yang itu mengakibatkan makanan pokok mereka, bahan makanan pokok mereka yang berupa umbi-umbian itu membusuk, membusuk dan kalau dimakan beracun," ungkap Muhadjir.
Karena itu, kata Muhadjir, pemerintah pusat bersama pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Bupati Kabupaten Puncak melakukan penanganan bersama. Sebab, jika hanya ditangani oleh daerah, maka tidak bisa diselesaikan dengan cepat.
Lihat Juga :