alexa snippet

Dewan Pers: Produk Medsos Bukan Berita

Dewan Pers: Produk Medsos Bukan Berita
Warga Jakarta melakukan cap tangan saat Deklarasi Masyarakat Antihoax di Kawasan Surdirman, Jakarta, Minggu 8 Januari 2017. Kegiatan ini untuk mengajak masyarakat agar peduli dan memerangi persebaran informasi hoax di media sosial. Foto/SINDOnews/Yuliant
A+ A-
JAKARTA - Dewan Pers menegaskan perbedaan mencolok antara produk yang dihasilkan lembaga pers dan media sosial (medsos).

Perbedaannya, pers menghasilkan berita sedangkan medsos hanya bersifat informasi yang kebenarannya belum tentu bisa dipertanggungjawabkan.

“Pers itu pasti ada wartawan, ada tanggung jawab jurnalistik, ada prosedur. Kalau medsos tidak ada,” kata Ketua Dewan Pers, Yosep Stanley Adi Prasetyo saat berbicara dalam diskusi bertema Upaya Memerangi Berita dan Situs Hoax, di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Pria yang akrab disapa Stanley lalu menjelaskan tentang citizen journalism yang saat ini menjadi cara masyarakat untuk mengabarkan sesuatu. (Baca juga: Panglima TNI Sebut Kabar Dirinya Ditegur Jokowi Hoax)

Menurut dia, selama dilakukan dengan koridor jurnalistik yang benar maka produknya masuk sebagai kerja pers. “Kalau tidak ada kerja jurnalistik maka tidak ada (hanya informasi),” tutur Stanley.

Stanley menilai informasi mengenai perbedaan antara pers dan medsos penting agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang menyesatkan (hoax).

Apalagi, kata dia, telah terjadi tren penyebaran informasi hoax justru didukung dengan pemberitaan media yang tidak melakukan pengecekan ulang di lapangan. “Kalau memang rekayasa maka harus dikonter (dilawan). Hoax itu mengaburkan seluruh fakta hingga kita tidak bisa menyebutkan mana fakta dan hoax,” tambahnya.



(dam)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top