Pemda Didorong Miliki Ruang Bermain Ramah Anak
Rabu, 29 Juli 2020 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
Terkait RBRA, ia menjelaskan prinsip ruang tersebut adalah gratis, nondiskriminasi dan kepentingan terbaik untuk anak. Selain itu, untuk mendorong partisipasi anak, memberi rasa aman dan selamat, nyaman dan sehat, serta kreatif dan inovatif.
Sementara itu, Ketua Tim RBRA Rino Wicaksono mengatakan bahwa proses standardisasi RBRA kali ini akan dilakukan secara virtual. Proses ini juga didukung dengan foto dan video elemen-elemen ruang bermain yang dikirimkan oleh pihak daerah kepada Tim RBRA.
"Unsur utama RBRA ada empat, yakni ruang terbuka hijau publik, perabot bermain, perabot lingkungan, serta sarana dan prasarana pendukung, seperti pos keamanan, puskesmas, kantin, dan lapangan parkir. Selain itu, alangkah baiknya jika ruang bermain dilengkapi dengan pagar transparan pada perabot permainan untuk menghindarkan anak dari kekerasan, dan papan pengumuman," ujar Rino.
"Bermain merupakan hal yang penting bagi anak. Kami siap mendukung standardisasi dan sertifikasi RBA menjadi RBRA,” imbuhnya.(Baca juga: Kementerian PPPA Dampingi 305 Anak Korban Kekerasan Seksual Warga Prancis ).
Rino menambahkan, jika daerah membutuhkan kunjungan standardisasi secara langsung, hal ini diprakarsai oleh daerah itu sendiri. Selain itu, proses kunjungan secara langsung harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak Kemen PPPA agar bisa menugaskan perwakilan tim RBRA ke daerah tersebut.
Sementara itu, Ketua Tim RBRA Rino Wicaksono mengatakan bahwa proses standardisasi RBRA kali ini akan dilakukan secara virtual. Proses ini juga didukung dengan foto dan video elemen-elemen ruang bermain yang dikirimkan oleh pihak daerah kepada Tim RBRA.
"Unsur utama RBRA ada empat, yakni ruang terbuka hijau publik, perabot bermain, perabot lingkungan, serta sarana dan prasarana pendukung, seperti pos keamanan, puskesmas, kantin, dan lapangan parkir. Selain itu, alangkah baiknya jika ruang bermain dilengkapi dengan pagar transparan pada perabot permainan untuk menghindarkan anak dari kekerasan, dan papan pengumuman," ujar Rino.
"Bermain merupakan hal yang penting bagi anak. Kami siap mendukung standardisasi dan sertifikasi RBA menjadi RBRA,” imbuhnya.(Baca juga: Kementerian PPPA Dampingi 305 Anak Korban Kekerasan Seksual Warga Prancis ).
Rino menambahkan, jika daerah membutuhkan kunjungan standardisasi secara langsung, hal ini diprakarsai oleh daerah itu sendiri. Selain itu, proses kunjungan secara langsung harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak Kemen PPPA agar bisa menugaskan perwakilan tim RBRA ke daerah tersebut.
(zik)
Lihat Juga :