Politikus Senior PDIP Sentil Rocky Gerung: Pernyataan Offside!
Selasa, 01 Agustus 2023 - 15:07 WIB
loading...
Politikus Senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno sentil Pakar Filsafat Rocky Gerung yang diduga menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Politikus Senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno sentil Pakar Filsafat Rocky Gerung yang diduga menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hendrawan meminta Rocky Gerung harus memahami batas analisis filsafat dalam komunikasi publik.
"Pernyataan offside," ujar Hendrawan Supratikno, Selasa (1/8/2023).
Menurut dia, Rocky Gerung perlu lebih selektif dalam menggunakan sebuah kata untuk disampaikan ke publik. "Seharusnya Rocky Gerung lebih hati-hati dalam memilih diksi turunan dari proses berpikir filsafat yang digelutinya," kata dia.
Baca juga: Hasto Nilai Omongan Rocky Gerung Puncak Kemandulan Akal Sehat
Hendrawan berpendapat, apa yang disampaikan Rocky Gerung tidak sesuai dengan kesantunan budaya timur Indonesia. "Filsafat, seperti kita tahu, bermain-main dalam medan ekstrimitas logika. Bercumbu dengan rekayasa narasi dan imajinasi yang radikal," tuturnya.
Dia menuturkan, apa yang disampaikan Rocky Gerung dengan menghina pribadi pimpinan negara sudah melampaui batas keilmuan. "Filsuf sering mengalami defisit terhadap basa-basi kultural dan kesantunan subjektif. Rocky Gerung harus menyadari batas-batas analisis filsafat dalam konteks komunikasi publik," pungkasnya.
"Pernyataan offside," ujar Hendrawan Supratikno, Selasa (1/8/2023).
Menurut dia, Rocky Gerung perlu lebih selektif dalam menggunakan sebuah kata untuk disampaikan ke publik. "Seharusnya Rocky Gerung lebih hati-hati dalam memilih diksi turunan dari proses berpikir filsafat yang digelutinya," kata dia.
Baca juga: Hasto Nilai Omongan Rocky Gerung Puncak Kemandulan Akal Sehat
Hendrawan berpendapat, apa yang disampaikan Rocky Gerung tidak sesuai dengan kesantunan budaya timur Indonesia. "Filsafat, seperti kita tahu, bermain-main dalam medan ekstrimitas logika. Bercumbu dengan rekayasa narasi dan imajinasi yang radikal," tuturnya.
Dia menuturkan, apa yang disampaikan Rocky Gerung dengan menghina pribadi pimpinan negara sudah melampaui batas keilmuan. "Filsuf sering mengalami defisit terhadap basa-basi kultural dan kesantunan subjektif. Rocky Gerung harus menyadari batas-batas analisis filsafat dalam konteks komunikasi publik," pungkasnya.
Lihat Juga :