Dinasti Politik, Sinyal Kuat Makin Tergerusnya Demokrasi
Selasa, 28 Juli 2020 - 19:11 WIB
loading...
A
A
A
Andika berhasil duduk sebagai Banten-2. Terpilihnya Andika boleh dibilang sebuah anomali meskipun bukan sebagai Banten-1. Dalam waktu beberapa tahun terakhir dua keluarga besarnya terlibat korupsi, yakni sang Ibu Ratu Atut dan paman, Tubagus Chaeri Wardana. Namun, itu tidak mempengaruhi pilihan politik masyarakat Banten.
Anang mengatakan perilaku pemilih Indonesia masih didominasi sikap pragmatisme emosional. Bukan kritis terhadap janji politik, kebijakan yang pernah dilakukan, dan rekam jejak di masa lalu.
(Baca: Soal Isu Dinasti Politik Jokowi, Ini Jawaban Gamblang Gibran)
Dosen Universitas Brawijaya itu menuturkan keuntungan dari dinasti politik itu coba diteruskan kepada lingkaran dalam keluarga. Asumsinya, menurut Anang, tokoh-tokoh tersebut ingin kesejahteraan diprioritaskan ke keluarganya terlebih dahulu.
“Ini menjadi sinyal bahwa visi dan misi pemimpin atau tokoh kita yang menjalankan politik dinasti sangat sempit. Ini patut dipertanyakan visi menyejahterakan rakyat,” pungkasnya.
Anang mengatakan perilaku pemilih Indonesia masih didominasi sikap pragmatisme emosional. Bukan kritis terhadap janji politik, kebijakan yang pernah dilakukan, dan rekam jejak di masa lalu.
(Baca: Soal Isu Dinasti Politik Jokowi, Ini Jawaban Gamblang Gibran)
Dosen Universitas Brawijaya itu menuturkan keuntungan dari dinasti politik itu coba diteruskan kepada lingkaran dalam keluarga. Asumsinya, menurut Anang, tokoh-tokoh tersebut ingin kesejahteraan diprioritaskan ke keluarganya terlebih dahulu.
“Ini menjadi sinyal bahwa visi dan misi pemimpin atau tokoh kita yang menjalankan politik dinasti sangat sempit. Ini patut dipertanyakan visi menyejahterakan rakyat,” pungkasnya.
(muh)
Lihat Juga :