Dinasti Politik, Sinyal Kuat Makin Tergerusnya Demokrasi

Selasa, 28 Juli 2020 - 19:11 WIB
loading...
Dinasti Politik, Sinyal...
Foto/ilustrasi.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Politik dinasti kembali menguat dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020. Gibran Rakabuming Raka (putra Presiden Jokowi), Bobby Nasution (menantu Jokowi), Rahayu Saraswati (keponakan Prabowo Subianto), Siti Nur Azizah (putri Ma’ruf Amin), dan Hanindhito Himawan Pramono (putra Pramono Anung), meramaikan palagan Pilkada 2020.

(Baca: Politik Dinasti Jangan Sampai Reduksi Kualitas Calon)

Pengamat politik Anang Sujoko menerangkan fenomena ini menunjukkan ternyata menjadi penguasa di Indonesia itu menyenangkan atau menguntungkan. Ini menjadi sebuah sinyal bahwa demokrasi semakin tergerus dan kaderisasi parpol gagal.

“Dinasti menunjukkan bahwa popularitas instan membutuhkan biaya yang tidak tinggi. Jika berhasil, akan mengantarkan ke peningkatan elektabilitas,” ujarnya kepada SINDOnews, Selasa (28/7/2020).

Dinasti politik selalu hadir dalam pilkada maupun pemilihan legislatif. Sebelum nama-nama itu muncul, ada nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang bertarung dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017. Lalu, ada Andika Hazrumy yang maju sebagai calon Wagub Banten. Andika merupakan anak dari mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah.

(Baca: Jokowi Dorong Gibran, Bung Karno sampai Amien Rais Juga Punya Regenerasi)

Keberuntungan tidak selalu menyertai anak, isteri atau kerabat dari tokoh politik. AHY harus menelan pil pahit setelah tumbang di putaran pertama. Nasib serupa pernah dialami isteri dari mantan Bupati Bandung Barat (alm) Abu Bakar, Elin Suharliah. Elin kalah di dari pasangan Aa Umbara-Hengky Kurniawan pada pilkada 2018.

Andika berhasil duduk sebagai Banten-2. Terpilihnya Andika boleh dibilang sebuah anomali meskipun bukan sebagai Banten-1. Dalam waktu beberapa tahun terakhir dua keluarga besarnya terlibat korupsi, yakni sang Ibu Ratu Atut dan paman, Tubagus Chaeri Wardana. Namun, itu tidak mempengaruhi pilihan politik masyarakat Banten.

Anang mengatakan perilaku pemilih Indonesia masih didominasi sikap pragmatisme emosional. Bukan kritis terhadap janji politik, kebijakan yang pernah dilakukan, dan rekam jejak di masa lalu.

(Baca: Soal Isu Dinasti Politik Jokowi, Ini Jawaban Gamblang Gibran)

Dosen Universitas Brawijaya itu menuturkan keuntungan dari dinasti politik itu coba diteruskan kepada lingkaran dalam keluarga. Asumsinya, menurut Anang, tokoh-tokoh tersebut ingin kesejahteraan diprioritaskan ke keluarganya terlebih dahulu.

“Ini menjadi sinyal bahwa visi dan misi pemimpin atau tokoh kita yang menjalankan politik dinasti sangat sempit. Ini patut dipertanyakan visi menyejahterakan rakyat,” pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Yenny Wahid: Dukungan...
Yenny Wahid: Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang Jadi Investasi Masa Depan Olahraga
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Rekomendasi
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Ikut Audisi Miss Indonesia...
Ikut Audisi Miss Indonesia 2026, Wakil dari Sumut Ini Ingin Menginspirasi Perempuan Indonesia
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Berita Terkini
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Malam Ini Roy Suryo...
Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Besok Dilimpahkan ke Jaksa
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved