Soal Isu Dinasti Politik Jokowi, Ini Jawaban Gamblang Gibran
Jum'at, 24 Juli 2020 - 16:57 WIB
loading...
Gibran Rakabuming Raka. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Gibran Rakabuming Raka akhirnya buka suara soal isu dinasti politik yang dialamatkan kepadanya. Calon wali kota Solo yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengaku telah blusukan ke warga Kota Solo untuk menjelaskan isu tersebut setidaknya setahun terakhir.
”Saya sebagai pengusaha, yang bisa saya sentuh cuma pegawai saya saja. Tapi kalau masuk ke politik, saya bisa menyentuh 500 ribu orang (warga Solo) melalui kebijakan-kebijakan saya,” tutur Gibran soal motivasinya mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo dalam webinar bertema “Calon Kepala Daerah Muda Bicara Politik, Dedikasi, Motivasi, hingga Respons Politik Dinasti” yang digelar DPP PDIP, Jumat (24/7/2020),
(Baca: Rekomendasi PDIP untuk Gibran, Rudy: Kalau Kecewa, Ya Kecewa)
Mulusnya langkah putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pencalonan Wali Kota Solo pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Desember mendatang memang menuai kontroversi. Sejumlah beranggapan bahwa hal itu tak lepas dari peran Jokowi untuk membangun dinasti politik, sesuatu yang pernah ditabukan Jokowi sendiri.
Anggapan itu menguat ketika Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo mengaku dipanggil Jokowi ke Istana Negara. Dari Jokowi sendirilah dia mengetahui bahwa rekomendasi PDIP tidak jatuh padanya.
”Saya sebagai pengusaha, yang bisa saya sentuh cuma pegawai saya saja. Tapi kalau masuk ke politik, saya bisa menyentuh 500 ribu orang (warga Solo) melalui kebijakan-kebijakan saya,” tutur Gibran soal motivasinya mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo dalam webinar bertema “Calon Kepala Daerah Muda Bicara Politik, Dedikasi, Motivasi, hingga Respons Politik Dinasti” yang digelar DPP PDIP, Jumat (24/7/2020),
(Baca: Rekomendasi PDIP untuk Gibran, Rudy: Kalau Kecewa, Ya Kecewa)
Mulusnya langkah putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pencalonan Wali Kota Solo pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Desember mendatang memang menuai kontroversi. Sejumlah beranggapan bahwa hal itu tak lepas dari peran Jokowi untuk membangun dinasti politik, sesuatu yang pernah ditabukan Jokowi sendiri.
Anggapan itu menguat ketika Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo mengaku dipanggil Jokowi ke Istana Negara. Dari Jokowi sendirilah dia mengetahui bahwa rekomendasi PDIP tidak jatuh padanya.
Lihat Juga :