Kasus Jual-Beli Ginjal, Yerry Tawalujan: Sindikat Ditindak, Korban Wajib Dibantu
Sabtu, 22 Juli 2023 - 22:09 WIB
loading...
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial Yerry Tawalujan merespons kasus jual beli ginjal ke Kamboja yang marak terjadi belakangan ini. FOTO/DOK.MPI
A
A
A
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial Yerry Tawalujan merespons kasus jual beli ginjal ke Kamboja yang marak terjadi belakangan ini. Menurut Yerry, kasus ini sangat disayangkan dan tidak sepatutnya terjadi.
"Kami sangat menyayangkan dan prihatin dengan kasus jual beli ginjal yang terjadi akhir-akhir ini. Tidak seharusnya organ penting tubuh manusia ini diperdagangkan untuk tujuan komersil," kata Yerry dalam keterangannya, Sabtu (22/7/2023).
Yerry Tawalujan, politisi Partai Perindo yang akan maju sebagai caleg DPR dari Dapil Sulawesi Utara ini mengatakan, kepolisian perlu menindak sindikat penjual ginjal ke Kamboja. Polisi juga perlu melindungi bahkan menolong pendonor ginjal karena mereka dapat dikategorikan korban.
"Sindikatnya perlu ditindak. Karena mereka ini yang menjadi dalang perdagangan ginjal. Tapi pendonor ginjalnya perlu dilindungi bahkan ditolong, karena mereka korban. Mereka terpaksa melakukan itu karena menjadi korban himpitan ekonomi akibat pandemi Covid-19," kata Yerry.
"Kami sangat menyayangkan dan prihatin dengan kasus jual beli ginjal yang terjadi akhir-akhir ini. Tidak seharusnya organ penting tubuh manusia ini diperdagangkan untuk tujuan komersil," kata Yerry dalam keterangannya, Sabtu (22/7/2023).
Yerry Tawalujan, politisi Partai Perindo yang akan maju sebagai caleg DPR dari Dapil Sulawesi Utara ini mengatakan, kepolisian perlu menindak sindikat penjual ginjal ke Kamboja. Polisi juga perlu melindungi bahkan menolong pendonor ginjal karena mereka dapat dikategorikan korban.
"Sindikatnya perlu ditindak. Karena mereka ini yang menjadi dalang perdagangan ginjal. Tapi pendonor ginjalnya perlu dilindungi bahkan ditolong, karena mereka korban. Mereka terpaksa melakukan itu karena menjadi korban himpitan ekonomi akibat pandemi Covid-19," kata Yerry.
Lihat Juga :