Cerita Ganjar Hidupi Seniman saat Pandemi Covid-19
Sabtu, 22 Juli 2023 - 13:58 WIB
loading...
Bacapres Ganjar Pranowo menceritakan pengalamannya ketika menghadapi pandemi Covid-19. Foto/MPI/Putra Ramadhani Astyawan
A
A
A
BOGOR - Bakal calon presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo menceritakan pengalamannya ketika menghadapi pandemi Covid-19. Tak mudah bagi pemerintah menjalani masa-masa sulit tersebut.
"Pada saat terjadi pandemi itu tiba-tiba semuanya stuck dan memaki," ungkap Ganjar dalam acara diskusi Ekstrava Ganjar di Saung Berkah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (22/7/2023).
"Makian pertama ya ke kami-kami ini ya bertiga ini (Ganjar, Gibran, dan Bima Arya). Pemerintah gak becus, lu enggak punya otak, otak di dengkul itu tiap hari," sambungnya.
Kala itu, terjadi stagnasi saat pandemi Covid-19. Dari situ, pemerintah harus berpikir keras menemukan jalan agar semua mengalir salah satunya di sektor seni.
Baca: Ganjar Blusukan di Bogor Didampingi Sederet Artis Top, Warga Histeris Senang
"Terjadi stagnasi, orang mau jualan diusir sama Satpol PP, anak buah kita. Pokoknya enggak boleh kerja dari rumah, enggak ada solusi. Seniman, maaf mati semua waktu itu. Saya tidak ngerti dan tiba-tiba saya berpikir ini gimana cara ngidupin," ujarnya.
Bacapres PDIP yang juga didukung oleh Partai Perindo, PPP, dan Hanura itu pun menyebut situasi pandemi Covid-19 membuat orang berlomba-lomba beralih dari media konvensional ke digital.
"Pada saat terjadi pandemi itu tiba-tiba semuanya stuck dan memaki," ungkap Ganjar dalam acara diskusi Ekstrava Ganjar di Saung Berkah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (22/7/2023).
"Makian pertama ya ke kami-kami ini ya bertiga ini (Ganjar, Gibran, dan Bima Arya). Pemerintah gak becus, lu enggak punya otak, otak di dengkul itu tiap hari," sambungnya.
Kala itu, terjadi stagnasi saat pandemi Covid-19. Dari situ, pemerintah harus berpikir keras menemukan jalan agar semua mengalir salah satunya di sektor seni.
Baca: Ganjar Blusukan di Bogor Didampingi Sederet Artis Top, Warga Histeris Senang
"Terjadi stagnasi, orang mau jualan diusir sama Satpol PP, anak buah kita. Pokoknya enggak boleh kerja dari rumah, enggak ada solusi. Seniman, maaf mati semua waktu itu. Saya tidak ngerti dan tiba-tiba saya berpikir ini gimana cara ngidupin," ujarnya.
Bacapres PDIP yang juga didukung oleh Partai Perindo, PPP, dan Hanura itu pun menyebut situasi pandemi Covid-19 membuat orang berlomba-lomba beralih dari media konvensional ke digital.
Lihat Juga :