Window Time dan Tren Distribusi Konten

Senin, 03 Juli 2023 - 16:51 WIB
loading...
A A A
Lalu, jika beruntung, misalnya karena filmnya disukai penonton, maka dikenal istilah “jackpot” alias meledak alias booming alias box office atau yang istilah yang lain. Hal semacam itu sulit didapat dari platfom OTT. Sebab umumnya hubungan produser dengan platform OTT adalah “penjualan putus” atau untuk periode tertentu dengan harga yang sudah ditentukan sebelumnya.

Selesai penayangan di bioskop, kemudian masuk ke tahap video untuk rumah tangga (home video), baik dalam bentuk DVD atau Blu-ray untuk dijual satuan atau disewakan dalam kurun waktu tertentu. Pada tahap ini film tersebut dapat ditonton oleh seluruh keluarga. Namun, biasanya, ada aturan yang harus ditaati.Misalnya, DVD itu tidak untuk dikomersialkan atau diputar dengan penarikan tiket. Selanjutnya masuk ke tahap penayangan televisi berbayar dan kemudian televisi tertentu yang bekerja sama. Di sini film tersebut memungkinkan bisa mencapai audiens yang lebih luas.

Demikian tradisi window time yang kita kenal sebelum zaman OTT. Namun, sejak era digital, perlahan-lahan keadaan mulai berbuah. Mula-mula, beberapa film bisa langsung tersedia di platform seperti Google Play atau Amazon Video. Ini memungkinkan orang untuk menonton film menggunakan perangkat digital seperti komputer, smartphone, atau tablet. Baru kemudian window time streaming online dan layanan video on demand.

Saat ini, semakin banyak platform yang menyediakan pemutaran film. Sebut misalnya, Netflix, Amazon Prime, Viu, Tencent, Vidio, Maxtream, HBOgo, Disney+, WeTV, atau yang lain. Bahkan ada di antara platform tersebut yang bekerja sama langsung dengan perusahaan film dalam hal produksi. Platform tersebut terlibat dalam pembiayaan produksi atau sekadar jual-beli produk yang sudah jadi.

Di antara sekian banyak platform baru yang nenyediakan saluran distribusi, Netflix sempat dianggap yang paling potensial menganggu rantai distribusi di industri film. Sebab Netflix -- kini juga yang lain-- menawarkan opsi alternatif untuk memasarkan film langsung melalui saluran OTT alias sebelum rilis di bioskop.

Ini merupakan pergeseran dalam proses distribusi sebuah film. Jika sebelumnya hampir semua film besar diluncurkan melalui perilisan di bioskop-bioskop, sekarang Netflix dan pemain OTT lainnya telah menggunakan strategi untuk memperoleh lisensi sebelum dirilis ke publik. Itulah yang menyebabkan mereka dianggap mengganggu rantai distribusi yang sudah mengakar berpuluh tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komisi VII DPR Usul...
Komisi VII DPR Usul 1.000 Bioskop Desa dari APBN 2027
Fenomena Hijrah Digital...
Fenomena Hijrah Digital dan Influencer Agama Harus Diiringi Kedalaman Ilmu
Politisi PDIP: RUU KKS...
Politisi PDIP: RUU KKS untuk Lindungi Hak Sipil dan Demokrasi
Tata Kelola Digital...
Tata Kelola Digital dan Investasi Demokrasi
Mengapa Media Monitoring...
Mengapa Media Monitoring Jadi Kunci dalam Krisis Siber di Era Geopolitik Digital?
Kapuspen TNI: Perang...
Kapuspen TNI: Perang Bergeser ke Ruang Digital untuk Pengaruhi Opini Publik
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Jembatan Brand dan Konsumen...
Jembatan Brand dan Konsumen di Era Digital, Belicept Hadir sebagai Official Collaboration Store
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
Rekomendasi
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
Latihan Kaki Tak Hanya...
Latihan Kaki Tak Hanya Bakar Kalori, Ternyata Penting untuk Keseimbangan Hormon
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved