Pilkada Serentak 2020, Kemendagri: Pilih yang Mampu Landaikan Covid-19
Minggu, 26 Juli 2020 - 17:54 WIB
loading...
FOTO/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Masyarakat diimbau untuk memilih kepala daerah di Pilkada Serentak 2020 yang mampu melandaikan angka kasus Covid-19 dengan konsep dan gagasan yang tepat.
Direktur Fasilitas Kepala Daerah dan DPRD Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri ) Budi Santosa mengatakan, akan ada 208 kepala daerah yang diisi oleh pejabat sementara tidak definitif dan tidak powerfull jika pilkada tidak dilaksanakan pada 9 Desember 2020.
"Memilih kepala daerah yang mampu melandaikan tren Covid-19 ini dengan konsep dan gagasan yang tepat, itulah yang harus dipilih masyarakat," kata Budi Santosa dalam webinar yang digelar Progressive Democracy Watch (Prodewa) bertajuk “Menjaga Marwah Demokrasi Pilkada Serentak 2020”, Sabtu (25/7/2020). (Baca juga: Demokrat Sebut Pemimpin Harus Disiapkan, Bukan Dipaksakan)
Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi mengungkapkan, dalam Pilkada Serentak 2020 ini terbagi menjadi tiga pola penanganan, yakni penangananan kesehatan, penanganan ekonomi, dan penanganan keamanan.
"Idealnya memakai ketiga faktor di atas, kesehatan, ekonomi, dan keamanan untuk meningkatkan partisipasi politik karena dijamin seluruhnya oleh pemerintah," kata Ketua Prodi Ilmu Politik Pascasarjana Unpad ini. (Baca juga: Jokowi Dorong Gibran, Bung Karno sampai Amien Rais Juga Punya Regenerasi)
Direktur Fasilitas Kepala Daerah dan DPRD Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri ) Budi Santosa mengatakan, akan ada 208 kepala daerah yang diisi oleh pejabat sementara tidak definitif dan tidak powerfull jika pilkada tidak dilaksanakan pada 9 Desember 2020.
"Memilih kepala daerah yang mampu melandaikan tren Covid-19 ini dengan konsep dan gagasan yang tepat, itulah yang harus dipilih masyarakat," kata Budi Santosa dalam webinar yang digelar Progressive Democracy Watch (Prodewa) bertajuk “Menjaga Marwah Demokrasi Pilkada Serentak 2020”, Sabtu (25/7/2020). (Baca juga: Demokrat Sebut Pemimpin Harus Disiapkan, Bukan Dipaksakan)
Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi mengungkapkan, dalam Pilkada Serentak 2020 ini terbagi menjadi tiga pola penanganan, yakni penangananan kesehatan, penanganan ekonomi, dan penanganan keamanan.
"Idealnya memakai ketiga faktor di atas, kesehatan, ekonomi, dan keamanan untuk meningkatkan partisipasi politik karena dijamin seluruhnya oleh pemerintah," kata Ketua Prodi Ilmu Politik Pascasarjana Unpad ini. (Baca juga: Jokowi Dorong Gibran, Bung Karno sampai Amien Rais Juga Punya Regenerasi)
Lihat Juga :