Jadi Kapolri, Polisi Jujur Legendaris Ini Melarang Anaknya Ikuti Jejak Profesinya

Selasa, 13 Juni 2023 - 15:03 WIB
loading...
Jadi Kapolri, Polisi...
Sosok polisi jujur tersemat pada nama Jenderal Hoegeng. Foto DOK ist
A A A
JAKARTA - Sosok polisi j ujur tersemat pada nama Jenderal Hoegeng . Dalam riwayatnya, dia pernah menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) periode 1968-1971.

Pada perjalanan hidupnya, Hoegeng memiliki banyak kisah menarik seputar kejujuran dan karakter mulianya. Dari sekian banyak, dia diketahui pernah melarang anaknya berprofesi seperti dirinya.

Kisah tersebut diungkapkan dalam buku berjudul ‘Dunia Hoegeng, 100 Tahun Keteladanan’ karya Farouk Arnaz. Suatu hari, anak kedua Jenderal Hoegeng yang bernama Aditya Soetanto Hoegeng berniat masuk ke Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI).

Baca juga: Merayakan Seabad Kejujuran Hoegeng

Agar bisa mendaftarkan diri, Adit membutuhkan surat izin dari orang tuanya. Penuh semangat dan percaya diri, dia mendatangi Mabes Polri untuk sekadar meminta izin dari ayahnya, yakni Hoegeng yang kala itu menjadi Kapolri.

Sampai di Mabes Polri, Adit diminta untuk menunggu oleh ajudan Hoegeng. Pada momen ini, Adit melihat sosok Hoegeng bukan seperti ayah di rumah yang biasa ramah kepada keluarganya.

Aditya menegang momen ketika Hoegeng melihat ke arahnya sembari bertanya ada keperluan apa untuk menemuinya. Menjadi gugup karena melihat sosok yang berbeda, dia mengutarakan niat meminta izin untuk mendaftar AKABRI.

Tak berselang lama, Hoegeng hanya menjawab “nanti saja” kepada anaknya. Bahkan, setelahnya tanpa basa-basi dia langsung meneruskan pekerjaan yang menumpuk di meja. Adit pun pulang.

Uniknya, ketika berada di rumah, Hoegeng kembali bersikap sebagai seorang ayah yang hangat kepada anaknya. Namun, dia sama sekali tidak membahas perihal izin yang diungkapkan Adit di Mabes Polri sebelumnya.

Beberapa hari berselang, ajudan Hoegeng memberitahu Adit kalau dirinya sudah ditunggu di Mabes Polri. Sampai di sana, Hoegeng menanyakan kemantapan hati putranya yang menyebut ingin masuk militer.

Baca juga: Kepolisian Diminta Tiru Keteladanan Jenderal Polisi Hoegeng

Uniknya, pada momen tersebut Hoegeng berpesan agar Aditya tidak masuk polisi. Terkait alasannya, dia mengatakan tidak ingin ada Hoegeng lainnya di kepolisian.

“Mendengar ucapan itu, saya mau ketawa tapi takut” ucap Adit.

Setelah perbincangan ringan, Adit menanyakan soal surat izin yang dimintanya. Namun, Hoegeng tidak memberi dan justru menyuruhnya pergi.

Dalam pikirannya, Adit mengira ayahnya hanya perlu mengirim radiogram dari Mabes Polri untuk syarat pendaftaran Akabri. Setelahnya, dia baru sadar bahwa pendaftaran sudah tutup dua hari yang lalu.

Rasa kecewa dan marah menyelimuti Adit. Impiannya masuk Akabri tidak gagal terwujud hanya karena ayahnya tidak memberikan surat izin orang tua. Saat emosi, dia melampiaskannya dengan menggunduli kuas-kuas milik Hoegeng yang digunakan untuk melukis.

Saat Hoegeng pulang bekerja, dia meminta pembantu untuk memanggil Adit. Namun, dia menolak bertemu dengan bapaknya karena terlanjur marah.

Pada akhirnya, Hoegeng sendiri menghampirinya dan mengajak anaknya berbicara. Sebelum masuk perbincangan utama, Hoegeng lebih dulu mengatakan kepada anaknya tersebut jangan berkomentar atau menyanggah sebelum ia selesai bicara.

"Dalam hati ku yang paling dalam, jangan ada lagi yang mengikuti jejak saya di angkatan. Cukup saya saja yang merasakan itu semua," ucap Hoegeng seperti yang diceritakan ulang oleh anaknya.

Tak hanya itu, Hoegeng juga menjelaskan alasannya tidak mengizinkan Adit bergabung di Akabri. Dalam hal ini, Hoegeng tidak ingin jabatannya sebagai Kapolri akan memudahkan atau setidaknya memengaruhi anaknya masuk Akabri.

Selepas penjelasan panjang lebar terkait alasannya tidak memberi izin bergabung di Akabri, dengan kerendahan hati, Jenderal Hoegeng berdiri dari kursinya dan menghampiri anaknya untuk meminta maaf.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Citra Positif Polri...
Citra Positif Polri Meningkat, Pakar: Masyarakat Rasakan Perubahan Kinerja Kepolisian
Mutasi Polri Terbaru!...
Mutasi Polri Terbaru! 1.121 Personel Digeser, Ada Kapolda hingga Wakapolda
Rekrutmen Disabilitas,...
Rekrutmen Disabilitas, Polri: Disesuaikan Kompentensi dan Kebutuhan
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Kapolri Diminta Transformasi...
Kapolri Diminta Transformasi Kultur Internal Bhayangkara
Mutasi Polri, AKBP Rulian...
Mutasi Polri, AKBP Rulian Syauri Jabat Kapolres Malang, Kombes Putu Kholis Jadi Kapolres Bekasi Kota
Jenderal Sigit Bentuk...
Jenderal Sigit Bentuk Polresta Baru Khusus di IKN, Dijabat AKBP Supriyanto
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Gus Falah: Ancaman Serius terhadap Supremasi Hukum
Rekomendasi
Kinerja Solid, Laba...
Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
Ekonom Bank Mandiri...
Ekonom Bank Mandiri Ungkap Kunci Penguatan Rupiah dan Rebound IHSG, Fundamental Ekonomi Solid
Modernland Realty Catat...
Modernland Realty Catat Laba Bersih Rp241,12 Miliar di 2025
Berita Terkini
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved