Besok Penjual Pakaian Bekas Demo, Partai Perindo: Keluhan Pedagang Perlu Didengarkan dan Diberikan Solusi

Senin, 05 Juni 2023 - 16:26 WIB
loading...
Besok Penjual Pakaian...
Ketua Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat DPP Partai Perindo Yerry Tawalujan memaklumi 300 pedagang pakaian bekas yang akan menggelar demo di depan Kantor Kemendag. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Ketua Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Yerry Tawalujan memaklumi 300 pedagang pakaian bekas yang akan menggelar demo di depan Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Menurutnya, aksi yang bakal dilakukan pada Selasa 6 Juni 2023 besok sekira pukul 13.00 WIB itu merupakan wujud kegelisahan pedagang pakaian bekas yang usahanya dilarang.

Baca juga: Kasus Gadis Digilir 11 Pria di Parigi Moutong, Tama S Langkun Minta Perhatikan Pemulihan Korban

"Sebagai partai yang peduli kepentingan rakyat kecil, kami tentu sangat memahami kegelisahan para pedagang yang telah puluhan tahun berdagang pakaian bekas. Keluhan mereka juga perlu didengar dan diberikan solusi," ujar Yerry, Senin (5/6/2023).

Yerry Tawalujan putra asli Minahasa yang merupakan bacaleg DPR RI dari Partai Perindo Dapil Sulawesi Utara itu menyatakan usaha pakaian bekas tidak hanya ada di Jakarta, beberapa negara di Eropa dan Amerika pun tersedia tempat yang menjajakan pakaian bekas.

Hal itu ia ungkapkan berdasarkan pengalamannya ketika mengunjungi beberapa negara di luar negeri itu. "Sewaktu tinggal dan studi di Amerika, saya gemar belanja di thrift store. Di Eropa juga banyak, di samping stasiun kereta Central Amsterdam ada thrift market, di beberapa kota di Jerman seperti Berlin dan Koln juga ada, bahkan ada juga di Luzern Swiss," jelas Yerry.

Politisi Partai Perindo -- partai yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 itu-- melanjutkan di Indonesia tidak semua masyarakat mampu dan mau beli baju baru.

Apalagi rakyat kecil, mereka lebih memilih pakaian bekas layak pakai dari luar negeri dengan kualitas bagus daripada membeli baju baru produksi dalam negeri yang cepat rusak.

"Kami mengerti argumentasi pemerintah yang ingin melindungi UMKM dan industri tekstil dalam negeri, tapi kalau segmen masyarakat tertentu lebih puas membeli pakaian bekas dengan alasan kualitasnya bagus dengan harga terjangkau. Artinya standar UMKM dan industri tekstil dalam negeri yang perlu ditingkatkan, bukannya mematikan thrifting," papar Yerry.

Juru Bicara Nasional Partai Perindo --partai yang dikenal peduli rakyat kecil, gigih memperjuangkan penciptaan lapangan kerja, dan Indonesia sejahtera itu-- setuju UMKM pakaian jadi dalam negeri harus dilindungi tapi tidak dengan mematikan usaha para pedagang pakaian bekas atau thrifting.

Menurutnya, kompetitor utama UMKM pakaian jadi dalam negeri bukan thrifting tetapi impor pakaian jadi dari China. Merujuk data BPS, impor pakaian jadi dari China tahun 2019 sebanyak 64.660 ton. Tahun 2020 sejumlah 51.790 ton dan tahun 2021 naik menjadi 57.110 ton.

Bandingkan dengan impor pakaian bekas yang paling banyak dari China. Tahun 2019 sejumlah 417 ton, tahun 2020 sebanyak 66 ton, dan tahun 2021 turun menjadi 8 ton saja.

"Berdasarkan data BPS tersebut, dengan jelas terlihat bahwa musuh utama UMKM pakaian jadi dalam negeri bukan impor pakaian bekas, tetapi impor pakaian jadi asal China," papar Yerry.

Baca juga: Gaduh Bocoran Putusan MK Pemilu 2024 Pakai Proporsional Tertutup, Perindo: Belum Tentu Benar

Lebih lanjut Yerry menyatakan, meminta ada win-win solution antara pemerintah, UMKM, pedagang barang bekas, dan konsumen barang bekas. "Impor barang bekas diatur dan dikenakan pajak saja, dilegalkan. Dipihak lain kurangi impor pakaian jadi dari China dan tingkatkan kualitas UMKM pakaian jadi dalam negeri," pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Tama Langkun Dukung...
Tama Langkun Dukung Penegakan Hukum di BGN, Minta MBG Tetap Fokus untuk Rakyat
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
DPW Partai Perindo DKI...
DPW Partai Perindo DKI Launching Warkop Aspirasa, Gelar Diskusi Refleksi 499 Tahun Jakarta
Rekomendasi
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Francesco Bagnaia Tinggalkan...
Francesco Bagnaia Tinggalkan Ducati di Akhir MotoGP 2026
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Berita Terkini
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved