Denny Indrayana Surati Megawati, Adukan Gerakan Penundaan Pemilu 2024

Jum'at, 02 Juni 2023 - 14:39 WIB
loading...
Denny Indrayana Surati...
Mantan Wamenkumham Denny Indrayana mengirimkan surat kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mengadukan masih adanya gerakan penundaan Pemilu 2024. FOTO/INSTAGRAM DENNY INDRAYANA
A A A
JAKARTA - Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Denny Indrayana mengirimkan surat kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri . Denny melaporkan kepada Megawati masih adanya gerakan penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan Presiden Jokowi yang dilakukan sekelompok pihak.

Dalam suratnya, Denny menyebut Megawati merupakan sosok negarawan dan mengedepankan kepentingan bangsa. Hal itu terbukti di 2014, Megawati mencapreskan Jokowi meskipun ia bisa saja maju sendiri. Bahkan, Megawati memilih Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres), meskipun dirinya bisa memutuskan Puan Maharani untuk maju di Pilpres 2024.

"Saat ini keselamatan bangsa sedang dipertaruhkan. Masalahnya bukan sistem pemilu tertutup atau terbuka, tapi pemilu yang tertunda," kata Denny dalam sepucuk surat yang diterima wartawan, Jumat (2/6/2023).

Baca juga: Bareskrim Dalami Pelaporan Denny Indrayana terkait Dugaan Pembocoran Putusan MK

Denny mengaku risau dengan hukum di Tanah Air. Menurutnya, proses hukum banyak bercampur dengan strategi Pemilu 2024. Karena itu, dia memutuskan membawa isu hukum ke ruang publik. Menurutnya, hal ini penting agar tidak diputuskan dalam ruang gelap yang transaksional dan koruptif.

Sayangnya, kata dia, niat baik untuk mengawal Mahkamah Konstitusi (MK), dalam soal sistem pemilu legislatif, antara proporsional tertutup atau terbuka, justru dibelokkan menjadi wacana politik, yang dapat berakibat penundaan pemilu. Bahkan, siasat penundaan juga masuk melalui dirusaknya kedaulatan partai.

"Cukuplah sejarah buram Orde Baru yang mengganggu PDI melalui tangan Soerjadi," ujarnya.

Kepada Megawati, Denny menceritakan bahwa saat ini, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko tiba-tiba mengaku sebagai Ketum Partai Demokrat, padahal bukan anggota Demokrat. Saat ini Moeldoko tengah mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA).

Baca juga: Info MK Putuskan Sistem Proporsional Tertutup, Denny Indrayana: Tidak Ada Pembocoran Rahasia Negara

"Jika modus Moeldoko merebut Demokrat disahkan oleh PK di Mahkamah Agung, maka imbasnya bisa menunda pemilu. Karena saya duga Demokrat tidak akan diam, demikian juga pendukung bacapres yang dirugikan," tuturnya.

Pakar hukum tata Negara itu melihat, Megawati merupakan tokoh yang paling tegas menolak presiden tiga periode, lugas menolak penundaan pemilu. Dalam surat itu, Denny menyampaikan kepada Megawati bahwa gerakan penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan Presiden Jokowi masih terus serius dikerjakan sekelompok pihak. Ini berbahaya dan bisa menjerumuskan bukan hanya Presiden Jokowi, tapi semua pihak.

"Silakan Ibu cek informasi ini, dan mohon hentikan siasat penundaan pemilu, yang nyata-nyata melanggar konsitusi," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Dasco Pimpin Safari DPR ke Parpol Nonparlemen Minta Masukan RUU Pemilu
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
GNB Bahas RUU Polri...
GNB Bahas RUU Polri saat Bertemu Megawati
Megawati Gelar Silaturahmi...
Megawati Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Gerakan Nurani Bangsa, Ada Istri Gus Dur hingga Romo Magnis
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Rekomendasi
IHSG Babak Belur Jelang...
IHSG Babak Belur Jelang Akhir Pekan, Sesi Siang Ditutup Ambruk 2,73% ke 5.835
Tiga Raja HP Konser...
Tiga Raja HP Konser Diadu: Samsung, Oppo, vivo Bertarung di Panggung Feast dan Hindia
Aldi Taher Ungkap Kondisi...
Aldi Taher Ungkap Kondisi Terkini Ibunda, Pulih Usai Berjuang Melawan Stroke 5 Kali
Berita Terkini
Tinjau Teknologi Tanam...
Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
Dasco Undang Serikat...
Dasco Undang Serikat Buruh dan Pemerintah Bahas Ancaman PHK
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
KPK Cecar Maruf Cahyono...
KPK Cecar Ma'ruf Cahyono terkait Penerimaan Uang selama Jabat Sekjen MPR
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Jokowi Pakai Baju dan...
Jokowi Pakai Baju dan Topi Logo PSI Mulai Blusukan ke Lampung
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved