JK Kritik Cawe-cawe Istana di Pilpres 2024, PAN: Ada Timses yang Jantungnya Degdegan
Selasa, 09 Mei 2023 - 15:01 WIB
loading...
Juru Bicara DPP PAN Viva Yoga Mauladi menegaskan tidak ada peraturan atau etika politik yang dilanggar Presiden Jokowi dalam proses Pilpres 2024. Foto/antara
A
A
A
JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) membela Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang banyak dikritik karena secara vulgar menunjukkan keberpihakan dalam pencalonan Pilpres 2024 . Salah satunya mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK). Namun, PAN berpendapat keterlibatan Jokowi masih dalam koridor yuridis dan etis.
"Sikap dan tindakan Presiden Jokowi soal pemilu presiden 2024 menurut PAN masih dalam koridor yuridis dan etis," kata Juru Bicara (Jubir) DPP PAN Viva Yoga Mauladi kepada wartawan, Selasa (9/5/2023).
Menurut Yoga, tidak ada pelanggaran hukum dan undang-undang (UU) jika Presiden sering bertemu, berdiskusi, bertukar-pikiran dengan pimpinan partai koalisi pemerintah. Bahkan hal tersebut harus dilakukan agar jalannya pemerintahan bisa baik, kuat, untuk mewujudkan clean government and good governance.
"Jabatan presiden itu jabatan politik dan jabatan publik. Jika bicara soal politik, atau ikut ke dalam proses politik, adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, sebagai keniscayaan atau taken for granted," terangnya.
Baca juga: JK Pesimistis Wacana Koalisi Besar di Pilpres 2024 Terwujud
"Sikap dan tindakan Presiden Jokowi soal pemilu presiden 2024 menurut PAN masih dalam koridor yuridis dan etis," kata Juru Bicara (Jubir) DPP PAN Viva Yoga Mauladi kepada wartawan, Selasa (9/5/2023).
Menurut Yoga, tidak ada pelanggaran hukum dan undang-undang (UU) jika Presiden sering bertemu, berdiskusi, bertukar-pikiran dengan pimpinan partai koalisi pemerintah. Bahkan hal tersebut harus dilakukan agar jalannya pemerintahan bisa baik, kuat, untuk mewujudkan clean government and good governance.
"Jabatan presiden itu jabatan politik dan jabatan publik. Jika bicara soal politik, atau ikut ke dalam proses politik, adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, sebagai keniscayaan atau taken for granted," terangnya.
Baca juga: JK Pesimistis Wacana Koalisi Besar di Pilpres 2024 Terwujud
Lihat Juga :