Jokowi Dikritik, PPP Singgung JK Jabat Wapres Sekaligus Dewan Penasihat TKN di Pilpres 2019

Selasa, 09 Mei 2023 - 06:42 WIB
loading...
Jokowi Dikritik, PPP...
Ketua DPP PPP Achmad Baidowi menanggapi mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) yang menyarankan Presiden Jokowi agar tak terlalu ikut campur urusan politik di Pilpres 2024. FOTO/DOK.DPR
A A A
JAKARTA - Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) Achmad Baidowi menanggapi mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) yang menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak terlalu ikut campur dalam urusan politik jelang Pilpres 2024. Awiek, sapaan akrab Achmad Baidowi, justru menyinggung peran JK di Pilpres 2019 yang saat itu masih menjabat wapres tapi menjadi Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

"Pak JK tahun 2019 sebagai wapres sekaligus menjadi Dewan Penasihat TKN Jokowi-Ma'ruf Amin. Apakah juga dapat dimaknai cawe-cawe untuk penggantinya di posisi wapres?" kata Awiek dalam keterangannya, Senin (8/5/2023).

Ia juga menyinggung soal Megawati Soekarnoputri menjelang akhir menjabat Presiden ke-5 RI. Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga turut mengurusi pencalonan pada pemilu selanjutnya.

Baca juga: Jokowi Tak Undang Nasdem ke Istana, JK: Seharusnya Mencontoh Sikap Megawati dan SBY

Menurut Awiek, pertemuan ketua umum partai politik pendukung pemerintah bukan terjadi saat era Presiden Jokowi. "Di era sebelum Jokowi juga terjadi meskipun dalam konteks berbeda," ujarnya.

Anggota Komisi VI DPR ini menjelaskna, pertemuan Presiden Jokowi dengan pimpinan partai politik di Istana Merdeka pada Selasa, 2 Mei 2023 fokus membahas masalah ekonomi, bonus demografi, middle income trap, dan Indonesia Emas 2045.

"Kalau kemudian ada yang menyerempet isu politik hal itu tak bisa dihindari. Namanya saja pertemuan ketum parpol," katanya.

Awiek juga menegaskan, pertemuan Presiden Jokowi dengan pimpinan parpol berlangsung di luar jam kerja yakni pada malam hari. "Sejauh tidak ada UU yang dilanggar ya boleh-boleh saja," ujarnya.

Baca juga: JK Sebut Jokowi Terlalu Campuri Urusan Politik, Hasto: Juga Dilakukan Presiden Sebelumnya

Terlepas dari itu, Awiek menghormati JK sebagai tokoh senior baik di bidang politik maupun di organisasi. "Kami hormati Pak JK sebagai tokoh senior baik di bidang politik maupun organisasi," katanya.

Sebelumnya, JK meminta Presiden Jokowi tak terlalu ikut campur dalam urusan politik. Ia mencontohkan sikap Megawati Soekarnoputri saat menjabat sebagai Presiden ke-5, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Presiden ke-6.

"Menurut saya, Presiden itu seharusnya seperti Bu Mega dulu, SBY, begitu akan berakhir, maka tidak terlalu melibatkan diri dalam suka atau tidak suka, dalam perpolitikan itu. Supaya lebih demokratis lah," ujarnya.

Pernyataan JK itu sekaligus mengkritik sikap Presiden Jokowi yang tidak mengundang Partai Nasdem ke Istana Merdeka pada Selasa, 2 Mei 2023. Saat itu, Jokowi mengundang seluruh ketua umum partai politik pendukung pemerintah.

Menurut JK, jika pertemuan tersebut membahas soal pembangunan, maka sangat wajar. Namun demikian, jika hal itu benar, mestinya Presiden juga mengundang Nasdem.

"Tapi bicara pembangunan saja, mestinya harusnya diundang (Nasdem) kan?. Tapi berarti ada pembicaraan politik," kata JK seusai pertemuan dengan Ketua PKB Abdul Muhaminin Iskandar atau Cak Imin di kediamannya kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (6/5/2023) malam.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Pengurus PPP Laporkan...
Pengurus PPP Laporkan Toni, Badri, dan Saiful Hakim ke Polda Metro Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
Rekomendasi
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps. 8 Senin: Mila Mantap Cerai, Pak Efendi Tulis Surat Wasiat
Diumumkan Besok, Ini...
Diumumkan Besok, Ini Link Resmi Hasil Seleksi SMMPTN-Barat 2026
Berita Terkini
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
MK Tolak Gugatan Dharma...
MK Tolak Gugatan Dharma Pongrekun Atas UU Kesehatan: Kepatuhan Warga adalah Konsekuensi Logis
Refly Harun Desak PN...
Refly Harun Desak PN Jakarta Timur Bolehkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa
Latsarmil Manajer Kopdes...
Latsarmil Manajer Kopdes Dievaluasi, Istana: Insyaaallah, Tidak Terjadi Korban Lagi
LPI Minta Program Prioritas...
LPI Minta Program Prioritas Nasional Dievaluasi Agar Sesuai Arahan Presiden
Pigai Sebut Masyarakat...
Pigai Sebut Masyarakat Indonesia Belum Siap Terima LGBT
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved