Kemlu: WNI Korban TPPO di Myanmar Diduga Masuk Lewat Jalan Ilegal
Jum'at, 05 Mei 2023 - 16:22 WIB
loading...
Kemlu menyampaikan 20 WNI korban TPPO di Myanmar tidak terdaftar di imigrasi. Foto: MPI/Widya Michella
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 20 orang WNI yang disekap di Myawaddy, Myanmar, tidak masuk ke dalam catatan keimigrasian. Mereka diduga masuk ke Myanmar melalui jalur ilegal.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu Judha Nugraha mengatakan hal ini berdasarkan informasi yang diterima dari Kemlu Myanmar.
"Nota Diplomatik sudah direspons berdasarkan informasi dari otoritas Myanmar ke 20 WNI tersebut tidak tercatat dalam data keimigrasian Myanmar," kata Judha dalam pres briefing di kantor Kemlu Jakarta, Jumat (5/5/2033).
"Jadi kita duga bahwa mereka masuk melalui wilayah lain dan menyebrang ke Myanmar melalui jalan ilegal sehingga tidak masuk dalam data keimigrasian myanmar," ujarnya.
Selain mengirimkan nota diplomatik, Kemlu juga terus melakukan berbagai macam upaya langkah. Antara lain melakukan komunikasi dengan pihak-pihak yang ada di Myanmar.
"Kami tegaskan bahwa berbagai macam upaya baik formal dan informal kita lakukan termasuk melalui jaringan IOM, Regional Support Office dari Bali Process yang ada di Bangkok dan beberapa organisasi lain," katanya.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu Judha Nugraha mengatakan hal ini berdasarkan informasi yang diterima dari Kemlu Myanmar.
"Nota Diplomatik sudah direspons berdasarkan informasi dari otoritas Myanmar ke 20 WNI tersebut tidak tercatat dalam data keimigrasian Myanmar," kata Judha dalam pres briefing di kantor Kemlu Jakarta, Jumat (5/5/2033).
"Jadi kita duga bahwa mereka masuk melalui wilayah lain dan menyebrang ke Myanmar melalui jalan ilegal sehingga tidak masuk dalam data keimigrasian myanmar," ujarnya.
Selain mengirimkan nota diplomatik, Kemlu juga terus melakukan berbagai macam upaya langkah. Antara lain melakukan komunikasi dengan pihak-pihak yang ada di Myanmar.
"Kami tegaskan bahwa berbagai macam upaya baik formal dan informal kita lakukan termasuk melalui jaringan IOM, Regional Support Office dari Bali Process yang ada di Bangkok dan beberapa organisasi lain," katanya.
Lihat Juga :