Penembakan Kantor MUI Teror bagi Umat Islam, Motif Harus Diusut Tuntas

Selasa, 02 Mei 2023 - 15:47 WIB
loading...
Penembakan Kantor MUI...
Wasekjen MUI bidang Hukum dan HAM Ikhsan Abdullah mendesak aparat penegak hukum segera mendalami motif penembakan di kantor MUI Pusat. FOTO/MPI/RIYAN RIZKI
A A A
JAKARTA - Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Hukum dan HAM Ikhsan Abdullah mendesak aparat penegak hukum segera mendalami motif penembakan di kantor MUI Pusat. Ikhsan yakin penembakan ini sebagai bentuk teror terhadap organisasi ulama yang harus dikutuk keras.

"Berbagai motif penyerangan ini harus didalami. Karena ini bukan kejadian by accident, tapi ada rangkaian tindakan pelaku sebelumnya. Harus dicari benang merah, motif dan tujuannya apa," ujar Ikhsan kepada Sindonews.com, Selasa (2/5/2023).

Ikhsan membeberkan bahwa pelaku yang asal Lampung ini pernah berkirim surat ke MUI ditujukan kepada Ketua Umum pada Juni 2022 lalu. Inti suratnya adalah minta pengakuan MUI bahwa dirinya sebagai nabi. Karena permintaan yang absurd itu, komisi MUI tidak sempat membahas dan merespons.



"Setelah beberapa lama tidak mendapat respons, pelaku kirim surat lagi dan ingin menemui langsung Ketua Umum MUI di kantor pusat Jakarta," katanya.

Singkat cerita, lanjut Ikhsan, pelaku tidak berhasil menemui Ketua MUI KH Miftachul Ahyar. Ketika datang ke kantor MUI hanya ditemui staf sekretariat dan menyerahkan surat kedua.

"Selang beberapa waktu kirim surat lagi dan ditembuskan ke Polda Metro Jaya dengan permintaan sama, ingin dipertemukan dengan Ketum MUI. Jadi sudah tiga kali pelaku bolak-balik Lampung-MUI untuk tujuan itu," kata Ikhsan.

Lantas pecah kejadian tadi pagi. Pelaku melakukan penembakan ke Gedung MUI dari luar, mengenai kaca dan melukai beberapa staf dan anggota keamanan MUI. Nah, setelah tertangkap, kata Ikhsan, pelaku berpura pura pingsan dan gila.

Baca juga: Polda Metro Jaya Akan Berkoordinasi dengan Polda Lampung Terkait Penembak Kantor MUI

"Sekarang dapat kabar pelaku sudah meninggal. Padahal ada saat ditangkap dia masih hidup," katanya.

Selain itu, penembakan terjadi bertepatan dengan jadwal rapat pimpinan MUI yang digelar setiap Selasa. Rapim dihadiri oleh pengurus lengkap, tiga wakil ketua umum dan sekjen hadir dalam rapat yang digelar di lantai 4 kantor MUI.

"Alhamdulilah pengurus dan para ulama yang hadir aman. Tapi ini menimbulkan pertanyaan, kok pelaku seolah-olah tahu kapan jadwal rapim pengurus MUI Pusat diadakan. Ini yang harus didalami oleh aparat," kata Ikhsan.

Apalagi, kata Ikhsan, sebelumnya telah terjadi penyerangan juga di kantor MUI Lampung sebelum Ramadan lalu. Modusnya sama. Serangan menyebabkan kaca depan kantor MUI Lampung pecah. Dari sini harus diselidik lebih lanjut apakah dua serangan ke kantor MUI ini ada kaitannya apa tidak. Pelakunya juga harus diungkap, satu kelompok atau tidak.

"Tapi saya yakin ini teror ke MUI yang harus diusut dengan tuntas," ujar Ikhsan.

Wasekjen MUI bidang Hukum dan HAM ini juga mengutuk tindakan teror dengan dalih apa pun yang dilakukan oleh pelaku. Menurutnya, tindakan tersebut tidak mencerminkan Islam Wasathiyah.

Ikhsan menganggap pelaku yang telah tewas mengaku nabi jelas-jelas menyalahi syariat Islam. Selain itu, juga ada fakta dan data bahwa pelaku memiliki niat untuk melakukan tindakan pelanggaran hukum berupa ancaman kekerasan terhadap pimpinan MUI dan petinggi negara.

"Tindakan pelaku penembakan kantor MUI Pusat adalah bentuk teror terhadap umat Islam," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Anggota Polri yang Duduki...
Anggota Polri yang Duduki Jabatan di Luar Struktur Tak Perlu Mundur selama Penugasan Negara
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Anggota KKB Pelaku Pembakaran...
Anggota KKB Pelaku Pembakaran Perumahan Pemkab dan Penembakan Pesawat Ditangkap
22 Pati dan Pamen Dimutasi...
22 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Polda Luar Jawa, Ada Irjen Pol hingga AKBP
Rekomendasi
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Berita Terkini
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved