Soroti Gaya Hidup Mewah, Yudhistira Ikhsan Pramana Ingatkan Masyarakat Bisa Tahu Harta Kekayaan Pejabat

Jum'at, 28 April 2023 - 11:25 WIB
loading...
Soroti Gaya Hidup Mewah,...
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Rescue Perindo Yudhistira Ikhsan Pramana. Foto/Tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Rescue Perindo Yudhistira Ikhsan Pramana mengingatkan bahwa masyarakat kini bisa mengetahui kekayaan para pejabat negara. Karena itu, jika ada keluarga pejabat yang pamer hidup mewah di media sosial, bisa saja diserang netizen.

"Banyak mudaratnya, makanya diserang netizen. Sekarang semua terbuka semua," ujarnya dalam Podcast Aksi Nyata bertema 'Istri Pejabat Gemar Flexing, Jabatan Dipertaruhkan', Kamis (27/4/2023).

Menurutnya, jika yang pamer kekayaan anak konglomerat tentu berbeda pandangan masyarakat. Namun, kalau yang pamer kakayaan pejabat atau keluarganya, pasti akan dipertanyakan hartanya. "Kalau pejabat ya dipertanyakan ini kekayaannya dari mana, etikanya nggak selaras. Misalnya anak konglomerat punya rasa LV, Gucci, ya udahlah masyarakat seneng," ujarnya.

Dia mengatakan masyarakat kini sudah bisa mengetahui mengetahui harta kekayaan pejabat yang dihasilkan dari gajinya. Maka mereka bisa membandingkan dengan hidup mewah pejabat itu. "Tapi kalo istri pejabat, 'kok ini gua tahu nih gaji suami lu berapa', bisa dicek kok, tambahan tunjangan paling segini, tapi kok bisa punya tas atau barang mewah sampe ratusan juta," ucap Ikhsan.

Kecuali, kata dia, pejabat itu bisa mempertanggungjawabkan aksi pamer kemewahan tersebut. Misal, kejelasan harta kekayaannya yang dimiliki bukan dari hasil korupsi. Kata Ikhsan, pamer kekayaan yang dilakukan pejabat itu adalah karakter. Mereka ingin menunjukkan eksistensi kesuksesannya. "Memang manusiawi, tapi kalau uangnya berasal dari uang halal cara mendapatkannya sesuai," tuturnya.

Soal imbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar para menteri, pejabat kementerian lembaha tidak pamer kekuasaan dan kekayaan di media sosial karena sangat tidak pantas, dia menilai itu hanya imbauan.

"Tapi itu imbauan ya, imbauan nggak ada sanksi. Ini kan lebih ke etis, etika, dan kecemburuan sosial. Semua orang boleh mem-flexing di medsos masing-masing," ujarnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Smartwatch di Pergelangan...
Smartwatch di Pergelangan Bangsa: Membaca Indonesia Melalui Heidegger, Merleau-Ponty, dan Simondon
Suryopratomo Ungkap...
Suryopratomo Ungkap Pejabat di Singapura Tidak Boleh Hidup Lebih Mewah dari Rakyatnya
Dokter Tifa Ingatkan...
Dokter Tifa Ingatkan Peristiwa Nepal Harus Jadi Alarm di Indonesia
MUI Minta Pejabat Kedepankan...
MUI Minta Pejabat Kedepankan Gaya Hidup Sederhana, Hindari Flexing meski Cuma untuk Konten
Survei YouGov: Gen Z...
Survei YouGov: Gen Z Banyak Alokasikan Pengeluaran untuk Gaya Hidup
Denny JA Sebut Kesehatan...
Denny JA Sebut Kesehatan Holistik dan Spiritualitas Jadi Tren di 2024
Gerakan Plogging Dorong...
Gerakan Plogging Dorong Gaya Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan di Bali
Layanan Laundry Kian...
Layanan Laundry Kian Menjadi Bagian Gaya Hidup Modern
Rahasia Bebas Bergerak:...
Rahasia Bebas Bergerak: Mengapa Kesehatan Sendi Kunci Utama Gaya Hidup Aktif
Rekomendasi
Meksiko Libas Ekuador...
Meksiko Libas Ekuador 2-0, El Tricolor Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Tarif Listrik Juli-September...
Tarif Listrik Juli-September Tak Naik, Cek Harga per kWh Semua Golongan
Neraca Dagang RI Defisit...
Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Pertama Kali sejak 2020
Berita Terkini
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Tegaskan Peran Strategis Polri Kawal Pembangunan
Sejarawan dan Akademisi...
Sejarawan dan Akademisi Apresiasi Kepemimpinan Wali Kota Agustina Selamatkan Artefak dan Arsip Kemaritiman
Di Hadapan Prabowo,...
Di Hadapan Prabowo, Kapolri: SPPG Polri Berhasil Pertahankan Zero Accident
Sulhu dan Islah: Sebuah...
Sulhu dan Islah: Sebuah Refleksi
KPK Panggil Lagi Bos...
KPK Panggil Lagi Bos Maktour Fuad Hasan terkait Kasus Kuota Haji
Prabowo: Kita Butuh...
Prabowo: Kita Butuh Kritik untuk Perbaiki Diri
Infografis
Harta Kekayaan Ivan...
Harta Kekayaan Ivan Yustiavandana, Kepala PPATK yang Blokir Rekening Nganggur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved