Pemerintah Harus Disiplinkan Masyarakat agar Terapkan Protokol Kesehatan
Selasa, 21 Juli 2020 - 10:27 WIB
loading...
A
A
A
Zubairi menerangkan Brazil itu dari satu juta orang ke dua juta orang positif Covid-19 tidak sampai dua bulan. "Atas dasar perubahan pengetahuan (adanya penularan) airborne itu, kita belajar dari banyak negara lain. Kita harus belajar lebih ketat," tegasnya saat dihubungi SINDOnews, Senin (20/7/2020)
Dia mendorong pemerintah, melakukan pendisiplinan untuk mengubah perilaku agar masyarakat aman dan tidak tertular Covid-19. "Nantinya, setelah masyarakat patuh dengan menerapkan penggunaan masker, jaga jarak, dan rajin mencuci tangan, itu perlu terus diawasi oleh pemerintah," ujarnya.
Di sisi lain, penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah selama ini tak henti-hentinya dihujani kritik. Yang terbaru pemerintah mengubah istilah untuk orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan positif. Sekarang, Kementerian Kesehatan menggunakan istilah suspect, probable, dan confirm.
"Mungkin agak membingungkan untuk sebagian besar masyarakat. Tujuannya, bukan untuk masyarakat. Kalau masyarakat yang utama itu bagaimana berperilaku sehat dan new normal. Saya kira itu arahnya agar lebih mudah dikomunikasikan ke negara-negara lain," pungkasnya.
Dia mendorong pemerintah, melakukan pendisiplinan untuk mengubah perilaku agar masyarakat aman dan tidak tertular Covid-19. "Nantinya, setelah masyarakat patuh dengan menerapkan penggunaan masker, jaga jarak, dan rajin mencuci tangan, itu perlu terus diawasi oleh pemerintah," ujarnya.
Di sisi lain, penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah selama ini tak henti-hentinya dihujani kritik. Yang terbaru pemerintah mengubah istilah untuk orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan positif. Sekarang, Kementerian Kesehatan menggunakan istilah suspect, probable, dan confirm.
"Mungkin agak membingungkan untuk sebagian besar masyarakat. Tujuannya, bukan untuk masyarakat. Kalau masyarakat yang utama itu bagaimana berperilaku sehat dan new normal. Saya kira itu arahnya agar lebih mudah dikomunikasikan ke negara-negara lain," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :