Logika Ekonomi Versus Kesadaran Ekologi

Sabtu, 15 April 2023 - 17:33 WIB
loading...
A A A
Kita perlu berpikir tentang keputusan apa yang seharusnya diambil dan berusaha memahami kehidupan seperti apa yang hendak dihuni penduduk bumi di masa depan. Jika watak homo economicus terus dibiarkan, maka krisis ekologi akan kian suram. Karena motif ekonomi akan terus-menerus menjebak ke dalam kubangan keserakahan tak bertepi.

Pada dasarnya, krisis lingkungan adalah krisis nilai. Nilai inilah yang makin memudar. Terkadang nilai di sini tak selalu tertulis. Misalnya saat sebagian ekonom bicara tentang kesejahteraan, ada anjuran pemenang menyediakan kompensasi kongkrit bagi mereka yang kalah.

Jika alam yang rusak tergolong kubu yang kalah akibat aktivitas ekonomi, maka sudah selayaknya diberikan perhatian serius guna menjaga keberlangsungan lingkungan hidup. Etika seperti inilah yang rasanya absen.

Aspirasi agama barangkali bisa mengisi kekosongan etika. Islam menawarkan konsep cukup jelas ketika menerangkan batasan relasi antara manusia dan bumi. Konsep seperti tauhid ataupun khalifah (bukan dalam pengertian negara Islam) bisa dijadikan fondasi etika lingkungan.

Baca juga: Kepentingan Ekonomi di Balik Perjanjian Damai Timur Tengah

Dalam ajaran Islam disebutkan bahwa Allah menciptakan setiap makhluk hidup dari air. Bumi beserta isinya adalah ciptaan Allah dan wajib dipelihara. Manusia pun diperingatkan tidak membuat kerusakan di bumi (QS.7:56).

Bahkan dalam Quran dan hadist dijanjikan ganjaran pahala bagi mereka yang menanam dan merawat pohon, maupun tumbuhan. Zaman khalifah Abu Bakar misalnya, selalu mengingatkan bahwa: jangan menebang pohon, jangan menyakiti hewan, dan dianjurkan bersikap manusiawi terhadap ciptaan Tuhan, termasuk kepada musuh dalam peperangan sekalipun.

Hal tersebut menunjukkan bahwa manusia merupakan bagian sistem organik kehidupan yang tak terpisahkan dari alam. Satu hal berpengaruh terhadap yang lainnya. Tiap perubahan yang terjadi di kehidupan ini saling bertalian dalam klausul ’sebab akibat’ dan ’timbal balik.’

Etika religiusitas semacam inilah yang dibutuhkan. Umat manusia memikul tanggungjawab bawaan guna membereskan krisis ekologi yang terjadi. Beragam nikmatnya kemudahan instan, dan gaya hidup konsumerisme yang kebablasan menyebabkan manusia tenggelam pada krisis moral akut.

Itu sebabnya tanpa adanya kesadaran tersebut, sulit sekiranya manusia modern mampu membereskan masalah ancaman ekologi ini. Karena krisis moral hanya bisa dipecahkan dimulai dengan mengubah perilaku gaya hidup. Atau jangan-jangan selama ini ada kekeliruan cara pandang dalam mengenali diri kita, dan gagal paham memaknai segala anugrah yang telah dititipkan Tuhan.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perlambatan Ekonomi...
Perlambatan Ekonomi Tekan Pendapatan, Agus Taufiq Perindo Desak Perluasan Lapangan Kerja
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Ekonomi Lesu, Welhelm...
Ekonomi Lesu, Welhelm Kurnala Perkuat UMKM Maluku lewat Dana Stimulan
Optimisme Baru Ekonomi:...
Optimisme Baru Ekonomi: Laba Sejumlah BUMN Tumbuh Signifikan
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Rekomendasi
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
Bertahun-Tahun Punya...
Bertahun-Tahun Punya Kebiasaan Ini, Axelo Ngaku Jempolnya Sempat Berbeda
Berita Terkini
Cetak Kades Berkualitas,...
Cetak Kades Berkualitas, Kemendagri Gelar Program Kepala Desa Masuk Kampus
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Etik Suryani dan Kepala Dinas PU, Sejumlah Dokumen Disita
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Dekopin Siap Kawal Amanat...
Dekopin Siap Kawal Amanat Presiden Prabowo Jadikan Koperasi Motor Utama Ekonomi Rakyat
9 Jam Diperiksa KPK,...
9 Jam Diperiksa KPK, Bobby Rizaldi Dukung Penegakan Hukum Kasus Muara Enim
Gus Lilur Usulkan Mahfud...
Gus Lilur Usulkan Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Masuk Kabinet Prabowo
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved