Masa Jabatan Jokowi Diyakini Bisa Diakhiri dengan Baik
Selasa, 11 April 2023 - 22:38 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditemani sang cucu, Jan Ethes Srinarendra mengunjungi sejumlah pasar di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (8/4/2023). Foto/Setpres
A
A
A
JAKARTA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) Rahmad Handoyo mengingatkan agar pemerintah tidak cepat berpuas diri menyikapi hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI). Diketahui, kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mencapai 76,8% berdasarkan hasil survei terbaru LSI.
"Tidak boleh berpuas diri Pak Jokowi dan para pembantunya meski kepuasan publik hampir 76,8 persen. Namun justru harus semakin giat dalam bekerja," kata Rahmad, Selasa (11/4/2023).
Menurutnya, adanya hasil jajak pendapat dari LSI itu merupakan energi positif dan vitamin bagi Jokowi dan semua para pembantunya di kabinet. Sehingga, Jokowi bisa mendapatkan legacy yang baik atas hasil kerjanya selama menjabat dua periode.
Baca juga: Kepuasan Publik terhadap Jokowi Masih Tinggi, Kabinet Didorong Pertahankan Kinerja
"Ini sebagai sebuah energi positif rakyat untuk Jokowi menyelesaikan kerjanya dengan legacy yang baik. Kalau bisa dipertahankan sampai berakhirnya periode akhir jabatan dengan hasil kerja kerjanya," kata anggota Komisi IX DPR ini.
"Tidak boleh berpuas diri Pak Jokowi dan para pembantunya meski kepuasan publik hampir 76,8 persen. Namun justru harus semakin giat dalam bekerja," kata Rahmad, Selasa (11/4/2023).
Menurutnya, adanya hasil jajak pendapat dari LSI itu merupakan energi positif dan vitamin bagi Jokowi dan semua para pembantunya di kabinet. Sehingga, Jokowi bisa mendapatkan legacy yang baik atas hasil kerjanya selama menjabat dua periode.
Baca juga: Kepuasan Publik terhadap Jokowi Masih Tinggi, Kabinet Didorong Pertahankan Kinerja
"Ini sebagai sebuah energi positif rakyat untuk Jokowi menyelesaikan kerjanya dengan legacy yang baik. Kalau bisa dipertahankan sampai berakhirnya periode akhir jabatan dengan hasil kerja kerjanya," kata anggota Komisi IX DPR ini.
Lihat Juga :