Puasa dan Perilaku Antinarsistik

Sabtu, 08 April 2023 - 20:04 WIB
loading...
A A A
Ada hal-hal yang harus kita jaga dimana hanya kita yang tahu. Ada juga cukup diri kita dan orang-orang terdekat saja yang tahu. Karena tidak semua hal harus diketahui orang lain, bahkan kepada pasangan hidup sekalipun. Contoh sederhana, ibadah salat malam (tahajjud) yang kita lakukan, apakah perlu diberitahukan kepada orang lain? Jika niatnya beribadah kepada Allah, buat apa orang lain tahu?

Pada titik ini, selain hal-hal yang nampak dan perlu ditampakkan, dalam diri manusia ada yang tersembunyi dan harus disembunyikan. Tujuannya untuk apa? Untuk kebaikan manusia itu sendiri dan ibadah puasa dengan terang bederang telah mengajarkan itu.

Sesuatu yang nampak dari diri kita adalah perbuatan fisik yang tidak semuanya harus "dinampakkan". Sementara perilaku yang tak nampak adalah kerja-kerja pikiran dan hati. Apalagi menyangkut kerja-kerja spiritual, seperti beribadah dan berdoa. Bisa dibayangkan jika setiap orang "memperlihatkan" atau memamerkan semua hal tentangnya. Apa jadinya jika setiap orang dapat "melihat" isi pikiran dan hati orang lain? Dipastikan hal tersebut bisa menimbulkan kekacauan.

Perilaku pamer (riya') sering dilakukan orang-orang dengan menunjukkan foto-foto narsistik di media sosial agar orang lain tahu. Fenomena itu biasa disebut flexing atau pamer kekayaan dan kemewahan gaya hidup dengan tujuan mendapatkan pengakuan (pujian) orang lain bahwa mereka adalah kaya harta, mampu, terhormat, pintar, eksklusif, "berhati mulia", dan banyak lagi seperti yang terjadi belakangan ini.

Tahukah kita, perilaku pamer (riya') dan narsistik itu dikecam oleh semua agama, apapun agamanya. Selain menodai nilai-nilai "ketawadluan" atau kerendahhatian, juga melukai hati mereka yang tidak mampu. Rasulullah pernah mengingatkan agar kita tidak riya' atas nikmat yang kita terima. Memperoleh nikmat saja bisa menimbulkan iri, apalagi pamer kemewahan. Dalam hadisnya Rasulullah bersabda: sesungguhnya setiap nikmat (yang kita peroleh) "mengundang" kecemburuan atau hasad dari orang lain. (HR. Thabrani).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Smartwatch di Pergelangan...
Smartwatch di Pergelangan Bangsa: Membaca Indonesia Melalui Heidegger, Merleau-Ponty, dan Simondon
Qiyam Ramadan dan Organisme...
Qiyam Ramadan dan Organisme Pesantren
Suryopratomo Ungkap...
Suryopratomo Ungkap Pejabat di Singapura Tidak Boleh Hidup Lebih Mewah dari Rakyatnya
Bahlil Sebut HUT ke-61...
Bahlil Sebut HUT ke-61 Golkar Jauh dari Kemewahan: Tahun Ini Benar-Benar Merakyat
MUI Minta Pejabat Kedepankan...
MUI Minta Pejabat Kedepankan Gaya Hidup Sederhana, Hindari Flexing meski Cuma untuk Konten
Survei YouGov: Gen Z...
Survei YouGov: Gen Z Banyak Alokasikan Pengeluaran untuk Gaya Hidup
Gerakan Plogging Dorong...
Gerakan Plogging Dorong Gaya Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan di Bali
Layanan Laundry Kian...
Layanan Laundry Kian Menjadi Bagian Gaya Hidup Modern
Rahasia Bebas Bergerak:...
Rahasia Bebas Bergerak: Mengapa Kesehatan Sendi Kunci Utama Gaya Hidup Aktif
Rekomendasi
ICDX dan Bursa Komoditas...
ICDX dan Bursa Komoditas Belarus Jalin Kerja Sama Perdagangan Internasional
Pemadaman Listrik Ungkap...
Pemadaman Listrik Ungkap Pentingnya Sinkronisasi RKAB dan Pasokan Batu Bara
Larangan dan Sanksi...
Larangan dan Sanksi MPLS 2026, Atribut Tidak Relevan hingga Pungutan Biaya Dilarang
Berita Terkini
Menekraf Ajak Generasi...
Menekraf Ajak Generasi Muda Berperan Aktif dalam Kebangkitan Ekonomi Kreatif Indonesia
Breaking News! Kejagung...
Breaking News! Kejagung Tetapkan Brigjen Pol LMI Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Ompreng MBG
Sahroni Minta Siber...
Sahroni Minta Siber Polri Kejar Dalang Spam Judi Online di Medsos: Bukan Hal Sulit bagi Polisi
Pasar Global Meluas,...
Pasar Global Meluas, UMKM Wajib Perluas Jangkauan dan Kompetitif
Prabowo: Indonesia-Belarus...
Prabowo: Indonesia-Belarus Sepakat Mendukung Perdamaian dan Stabilitas Dunia
Dokter Tifa Tolak Berdamai...
Dokter Tifa Tolak Berdamai dengan Jokowi, Pilih Lanjutkan Persidangan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved