300 Guru TK Asal Rembang Hari Ini Datangi DPR, Bawa 7 Tuntutan

Selasa, 28 Maret 2023 - 05:57 WIB
loading...
300 Guru TK Asal Rembang...
Ratusan guru TK asal Rembang disambut DPP Baja Perindo setibanya di Lapangan Parkir Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (28/3/2023) dini hari. Mereka hari ini akan menyampaikan aspirasi ke DPR-RI. Foto: MPI/Binti Mufarida
A A A
JAKARTA - Ratusan Guru TK Non Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, hari ini akan menyampaikan aspirasi ke DPR-RI. Mereka membawa tujuh tuntutan ke Gedung Dewan.

Guru TK yang berjumlah sekitar 300 orang itu sudah tiba di Jakarta. Mereka disambut DPP Barisan Penjaga (Baja) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) setibanya di Lapangan Parkir Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (28/3/2023) dini hari. Mereka kemudian sahur bersama di lokasi.

Baca Juga: Baja Perindo Sahur Bersama 300 Guru TK Non PNS Kabupaten Rembang di Masjid Istiqlal

Ketua Persatuan Guru TK Non PNS se-Kabupaten Rembang Zulaikah mengungkapkan, terdapat tujuh poin tuntutan mereka yang akan disampaikan kepada anggota Dewan.

Pertama, meminta dibuka kembali penyetaraan SK inpassing guru non PNS maupun penilaian angka kreditnya yang ditutup pada tahun 2019. Hal ini bertujuan agar kesejahteraan guru non PNS bisa meningkat.

Inpassing merupakan penyetaraan guru non PNS, sehingga nantinya akan sama seperti guru pegawai negeri, termasuk gaji maupun tunjangan.

Baca Juga: Ini Perbandingan Tunjangan Guru PNS dan Non PNS

Kedua, meminta kepada pemerintah untuk membuka formasi Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK) Guru TK yang berada di sekolah swasta.

Ketiga, meminta kepada pemerintah untuk mempermudah proses pendidikan profesi guru. “Karena kami sudah teruji dengan tugas dan tanggung jawab kami,” katanya.

Keempat, menagih janji pemerintah akan tunjangan kepala sekolah yang sudah memiliki Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS) atau Nomor Registrasi Kepala Sekolah (NRKS).

“Kelima, saya kira nanti ada program apalah dari pemerintah, sehingga kesejahteraan kami guru Taman Kanak-Kanak, khususnya untuk guru PAUD, bisa terakomodir dan bisa terlayani,” kata Zulaikah.

Keenam, kata Zulaikah, tugas guru TK, khususnya guru PAUD, terlalu berat sehingga diharapkan kesejahteraannya setara dengan PNS. Apalagi, PAUD merupakan dasar dari pendidikan selanjutnya.

“Karena memang tugas kami terlalu berat ya untuk mengemban tugas pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini ini. Bagaimana pun pendidikan adalah bagian dari pembangunan bangsa, dan PAUD adalah dasar dari pendidikan selanjutnya,” ungkapnya.

Ketujuh, pemerintah dapat mendengar aspirasi dan keluh kesah guru TK non PNS yang akan disampaikan kepada DPRD.

“Harapannya, kami bisa diterima dengan baik, kami bisa menyampaikan aspirasi kami, usulan-usulan kami, dan usulan-usulan kami bisa direalisasikan, dikabulkan. Harapan kami juga seperti itu. Jadi (pemerintah) tahu lah keluh kesah kami di bawah,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Divisi OKK DPP Baja Perindo Sutrisno mengatakan, penyambutan ini merupakan bentuk komitmen dari Partai Perindo yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 itu.

Pihaknya merasa terpanggil untuk membantu ratusan guru TK Non PNS. Untuk itu, Baja Perindo memberikan dukungan kepada ratusan guru TK Non PNS itu agar aspirasi yang dibawa dari Rembang bisa tersampaikan kepada anggota Dewan.

“Memberikan dukungan untuk apa yang mereka perjuangkan di DPR RI nanti, semoga dilancarkan sesuai,” tandasnya.

Menurut Sutrisno, hal ini sesuai dengan tujuan Partai Perindo yang diterima dengan tangan terbuka oleh semua kalangan, dan identik sebagai partai yang inklusif bagi warga yang ingin berjuang untuk Indonesia sejahtera.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelang Idulfitri 2026,...
Jelang Idulfitri 2026, Pemerintah Mulai Cairkan Tunjangan Profesi bagi Guru Agama
Kemenag: Program PPG...
Kemenag: Program PPG Tingkatkan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru
Kesejahteraan Guru Bukan...
Kesejahteraan Guru Bukan Beban Anggaran, Melainkan Investasi Ekonomi
Tamsil Guru Non-ASN:...
Tamsil Guru Non-ASN: Stimulus Sunyi bagi Otak dan Ekonomi Bangsa
KBM Unindra Tekankan...
KBM Unindra Tekankan Kesejahteraan Guru dan Dosen sebagai Fondasi Mutu Pendidikan
Seskab Teddy: Presiden...
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Ingin Guru Sejahtera, Terjamin Kehidupannya
Kisah Haru Sitimah,...
Kisah Haru Sitimah, Guru SD di Kudus yang Tetap Mengajar di Tengah Keterbatasan
Dirjen GTK Tegaskan...
Dirjen GTK Tegaskan Guru Non-ASN Tak Diberhentikan, SE Nomor 7/2026 Beri Kepastian Mengajar
Dari Tanah Liat di Pedalaman...
Dari Tanah Liat di Pedalaman NTT, Srikandi Heroik Tumbuhkan Numerasi Anak Usia Dini
Rekomendasi
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved