Heboh Patung Bunda Maria Ditutup Terpal, Menag Buka Suara
Jum'at, 24 Maret 2023 - 16:09 WIB
loading...
Menag Yaqut Cholil Qoumas buka suara terkait penutupan patung Bunda Maria dengan kain terpal di Kulonprogro, DIY yang viral di media sosial. FOTO/DOK.KEMENAG
A
A
A
JAKARTA - Menteri Agama ( Menag) Yaqut Cholil Qoumas buka suara terkait penutupan patung Bunda Maria dengan kain terpal di Kulonprogro, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang viral di media sosial. Menag menekankan penutupan patung Bunda Maria itu dilakukan sendiri oleh pemiliknya karena tidak melalui prosedur pembangunan yang benar.
"Enggak ada, itu sudah diklarifikasi kok. Itu sudah diklarifikasi. Soal patung Bunda Maria itu yang menutup, yang punya sendiri," kata Menag Yaqut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/3/2023).
Ia menjelaskan, alasan pemilik menutup patung Bunda Maria dengan terpal karena proses pembangunan tidak melalui prosedur yang benar, salah satunya musyawarah.
Baca juga: Viral Video Penutupan Patung Bunda Maria, Kapolres Kulonprogo: Inisiatif dari Pemilik Rumah
"Ya menutup karena memang mendirikannya juga tidak melalui prosedur, proses yang memang harus dilalui, ditempuh dan dengan sadar setelah melakukan musyawarah, yang punya sendiri yang menutup. Jadi bukan warga itu seperti yang diberitakan, itu keliru," ujar Menag Yaqut.
"Enggak ada, itu sudah diklarifikasi kok. Itu sudah diklarifikasi. Soal patung Bunda Maria itu yang menutup, yang punya sendiri," kata Menag Yaqut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/3/2023).
Ia menjelaskan, alasan pemilik menutup patung Bunda Maria dengan terpal karena proses pembangunan tidak melalui prosedur yang benar, salah satunya musyawarah.
Baca juga: Viral Video Penutupan Patung Bunda Maria, Kapolres Kulonprogo: Inisiatif dari Pemilik Rumah
"Ya menutup karena memang mendirikannya juga tidak melalui prosedur, proses yang memang harus dilalui, ditempuh dan dengan sadar setelah melakukan musyawarah, yang punya sendiri yang menutup. Jadi bukan warga itu seperti yang diberitakan, itu keliru," ujar Menag Yaqut.
Lihat Juga :