Presiden Jokowi Ditantang Tangkap Djoko Tjandra lewat PM Malaysia
Sabtu, 18 Juli 2020 - 14:57 WIB
loading...
A
A
A
Menanggapi hal itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kejaksaan Agung (Kejagung) Hari Setiyono membantah disebut pura-pura tidak tahu perihal keberadaan Djoko Tjandra. Namun, dia mengungkap bahwa upaya diplomasi luar negeri itu tidak muda dilakukan.
“Enggak (tahu) lah. Kalau upaya di LN ini diplomasinya berat jiuga. Itu teknis, jalur diplomasi memang berat kami nggak masuk ke sana lah tapi apa yang disamapaikan pak Boyamin terima kasih lah,” jawabnya di kesempatan sama.
(Baca: Djoko Tjandra di Malaysia, Kejagung Sebut Upaya Diplomasi Berat)
Namun, sambung Hari, sebelum kasus Djoko Tjandra ini viral, Tim Tabur Kejagung sudah bekerja. Namun memang, hingga saat ini pihaknya masih belum mengetahui perihal keberadaan Djoko Tjandra. Kalaupun pihaknya tahu bahwa Djoko Tjandra masuk ke Indonesia, pihaknya akan langsung menangkapnya.
“Dengan informasi yang kita dapat kalau tahu kita tangkap mas, iya toh? Dia mengajukan PK dan sebagainya kalau sebelum tanggal 29 tahu, ya kita tangkap. Bekerja dan memantau belum tentu tahu, kalau tahu ya kita tangkap,” ujar Hari.
“Enggak (tahu) lah. Kalau upaya di LN ini diplomasinya berat jiuga. Itu teknis, jalur diplomasi memang berat kami nggak masuk ke sana lah tapi apa yang disamapaikan pak Boyamin terima kasih lah,” jawabnya di kesempatan sama.
(Baca: Djoko Tjandra di Malaysia, Kejagung Sebut Upaya Diplomasi Berat)
Namun, sambung Hari, sebelum kasus Djoko Tjandra ini viral, Tim Tabur Kejagung sudah bekerja. Namun memang, hingga saat ini pihaknya masih belum mengetahui perihal keberadaan Djoko Tjandra. Kalaupun pihaknya tahu bahwa Djoko Tjandra masuk ke Indonesia, pihaknya akan langsung menangkapnya.
“Dengan informasi yang kita dapat kalau tahu kita tangkap mas, iya toh? Dia mengajukan PK dan sebagainya kalau sebelum tanggal 29 tahu, ya kita tangkap. Bekerja dan memantau belum tentu tahu, kalau tahu ya kita tangkap,” ujar Hari.
(muh)
Lihat Juga :