Jaga Keselamatan Pasien, BPOM Dorong Terbangunnya Sistem Farmakovigilans yang Efektif
Selasa, 21 Maret 2023 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
Pengembangan ini bertujuan untuk memudahkan penggunaan aplikasi e-MESO Mobile agar dapat menjangkau lebih banyak pengguna, serta memungkinkan untuk diakses kapan saja dan di mana saja melalui perangkat seluler. Aplikasi ini diperuntukkan bagi tenaga kesehatan dan industri farmasi untuk melaporkan KTD/ESO ke BPOM.
Hasil dari kegiatan hari ini diharapkan dapat mendapatkan masukan dari berbagai pihak untuk upaya strategis yang diperlukan agar sistem farmakovigilans dapat berjalan efektif dengan perkuatan program lebih terstruktur dan mengoptimalkan dukungan sinergi lintas sektor. Selain itu, talkshow ini juga diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih komprehensif pentingnya membangun sistem farmakovigilans guna perlindungan pasien di Indonesia.
Talkshow ini diikuti secara hybrid oleh sekitar 300 peserta luring dan 1.000 peserta daring yang berasal dari Kementerian/Lembaga, tim ahli, asosiasi profesi kesehatan, akademisi, Badan Akreditasi Rumah Sakit, tenaga kesehatan, industri farmasi, platform telemedicine, serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPOM dari seluruh Indonesia.
Baca juga: 10 Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan, Bisa Obati Demam hingga Cegah Penyakit Jantung
Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang merupakan pakar dan/atau praktisi farmakovigilans dari BPOM, Kementerian Kesehatan, serta asosiasi profesi kesehatan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Talkshow diselenggarakan dengan metode diskusi interaktif mengenai pentingnya farmakovigilans, peran dari masing-masing pihak dan upaya strategis yang perlu dilakukan untuk mendukung keberhasilan penerapan farmakovigilans dalam mengawal keselamatan pasien.
Hasil dari kegiatan hari ini diharapkan dapat mendapatkan masukan dari berbagai pihak untuk upaya strategis yang diperlukan agar sistem farmakovigilans dapat berjalan efektif dengan perkuatan program lebih terstruktur dan mengoptimalkan dukungan sinergi lintas sektor. Selain itu, talkshow ini juga diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih komprehensif pentingnya membangun sistem farmakovigilans guna perlindungan pasien di Indonesia.
Talkshow ini diikuti secara hybrid oleh sekitar 300 peserta luring dan 1.000 peserta daring yang berasal dari Kementerian/Lembaga, tim ahli, asosiasi profesi kesehatan, akademisi, Badan Akreditasi Rumah Sakit, tenaga kesehatan, industri farmasi, platform telemedicine, serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPOM dari seluruh Indonesia.
Baca juga: 10 Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan, Bisa Obati Demam hingga Cegah Penyakit Jantung
Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang merupakan pakar dan/atau praktisi farmakovigilans dari BPOM, Kementerian Kesehatan, serta asosiasi profesi kesehatan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Talkshow diselenggarakan dengan metode diskusi interaktif mengenai pentingnya farmakovigilans, peran dari masing-masing pihak dan upaya strategis yang perlu dilakukan untuk mendukung keberhasilan penerapan farmakovigilans dalam mengawal keselamatan pasien.
(kri)
Lihat Juga :