Komnas HAM Duga Ada Penyiksaan Pelaku Klitih di Yogyakarta oleh Oknum Polisi
Sabtu, 11 Maret 2023 - 20:34 WIB
loading...
A
A
A
Para terdakwa mengajukan banding tapi mendapatkan penolakan dari Pengadilan Tinggi (PT) Yogyakarta. Saat ini, keluarga korban dan pendamping hukum tengah menyiapkan upaya kasasi.
Selain ke Komnas HAM, para orang tua anak terpidana kasus klitih juga mengadu ke kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Yogyakarta. Subadriyah, salah satu orang tua anak terpidana mengungkapkan, anaknya mendapat kekerasan selama pemeriksaan. Sejak dijemput paksa intelijen Polda DIY tanpa disertai surat tugas beberapa kekerasan menimpa anaknya.
"Anak saya mendapat kekerasan karena tak mau mengaku," katanya di PP Muhammadiyah Yogyakarta pada 17 Desember 2022.
Subadriyah menjelaskan ketika pendamping hukum akan mengakses klien hingga CCTV seakan-akan dihalangi. Dia juga menyebut saat kejadian, 3 April 2022 anaknya memang keluar tapi tidak membawa motor.
Namun dalam dakwaan oleh jaksa, anaknya membawa motor Vario saat kejadian. Bahkan ada keterangan dari teman sekolah anaknya yang sempat ke rumahnya menjelaskan jika anaknya tidak sampai ke Gedongkuning. "Banyak rekayasa yang terjadi," ujarnya.
Selain ke Komnas HAM, para orang tua anak terpidana kasus klitih juga mengadu ke kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Yogyakarta. Subadriyah, salah satu orang tua anak terpidana mengungkapkan, anaknya mendapat kekerasan selama pemeriksaan. Sejak dijemput paksa intelijen Polda DIY tanpa disertai surat tugas beberapa kekerasan menimpa anaknya.
"Anak saya mendapat kekerasan karena tak mau mengaku," katanya di PP Muhammadiyah Yogyakarta pada 17 Desember 2022.
Subadriyah menjelaskan ketika pendamping hukum akan mengakses klien hingga CCTV seakan-akan dihalangi. Dia juga menyebut saat kejadian, 3 April 2022 anaknya memang keluar tapi tidak membawa motor.
Namun dalam dakwaan oleh jaksa, anaknya membawa motor Vario saat kejadian. Bahkan ada keterangan dari teman sekolah anaknya yang sempat ke rumahnya menjelaskan jika anaknya tidak sampai ke Gedongkuning. "Banyak rekayasa yang terjadi," ujarnya.
(abd)
Lihat Juga :