Menebak Cawapres Anies Baswedan, Sipil atau Militer?
Sabtu, 11 Maret 2023 - 09:07 WIB
loading...
A
A
A
"Anies perlu didampingi calon wakil presiden (cawapres) yang memiliki rekam jejak di bidang militer dan politik, serta latar belakang akademik yang tinggi, kemudian secara usia masih muda, dan sanggup bekerja di bawah tekanan untuk membantu Presiden kelak dalam mengambil keputusan-keputusan yang sulit bagi kepentingan bangsa ini," katanya.
Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW) mengakui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa masuk kriteria cawapres pendamping Anies Baswedan. HNW menilai Khofifah memiliki visi yang baik sebagai pemimpin.
PKS, kata HNW, secara prinsip mendukung Anies sebagai bakal calon presiden (capres) 2024 karena ingin menghadirkan perubahan untuk membawa bangsa ini lebih baik dan menghadirkan persatuan bangsa. Hal itu dikatakan HNW merespons adanya simulasi yang mencoba menduetkan antara Anies dengan Khofifah.
Baca: Dukung Anies Baswedan, Jenderal Purnawirawan TNI-Polri Usulkan AHY Jadi Cawapres
"Dan di tingkat itu potensi Bu Khofifah masuk ya karena beliau juga pemimpin yang mempunyai visi yang baik, beliau juga bisa menghadirkan rekonsiliasi terhadap bangsa dan beliau bisa menyatukan. Itu tentu hal yang menjadi bagian dari yang dipentingkan juga," kata HNW kepada wartawan, Senin (27/2/2023).
Lalu, siapa yang cocok menjadi cawapres pendamping Anies? Berlatar belakang militer atau kalangan sipil?
“Penentuan bakal cawapres pendamping Anies idealnya yang dipilih adalah tokoh-tokoh yang punya background militer, karena menurut saya Anies membutuhkan pasangan yang tegas dalam mengambil setiap keputusan dan kebijakan,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Power Ikhwan Arif kepada SINDOnews, Jumat (10/3/2023).
Baca: HNW Akui Khofifah Masuk Kriteria Cawapres Anies Baswedan
Dia berpendapat, hal tersebut bisa dilihat dalam setiap konstelasi politik bahwa kekuatan militer sangat diperhitungkan dalam merebut suara pemilih. “Terbukti banyak tokoh-tokoh politik yang berasal dari kekuatan militer, jadi tidak heran banyak pemilih yang tertarik untuk memilih kandidat yang berasal dari kalangan militer dibandingkan kalangan sipil,” tuturnya.
Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW) mengakui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa masuk kriteria cawapres pendamping Anies Baswedan. HNW menilai Khofifah memiliki visi yang baik sebagai pemimpin.
PKS, kata HNW, secara prinsip mendukung Anies sebagai bakal calon presiden (capres) 2024 karena ingin menghadirkan perubahan untuk membawa bangsa ini lebih baik dan menghadirkan persatuan bangsa. Hal itu dikatakan HNW merespons adanya simulasi yang mencoba menduetkan antara Anies dengan Khofifah.
Baca: Dukung Anies Baswedan, Jenderal Purnawirawan TNI-Polri Usulkan AHY Jadi Cawapres
"Dan di tingkat itu potensi Bu Khofifah masuk ya karena beliau juga pemimpin yang mempunyai visi yang baik, beliau juga bisa menghadirkan rekonsiliasi terhadap bangsa dan beliau bisa menyatukan. Itu tentu hal yang menjadi bagian dari yang dipentingkan juga," kata HNW kepada wartawan, Senin (27/2/2023).
Lalu, siapa yang cocok menjadi cawapres pendamping Anies? Berlatar belakang militer atau kalangan sipil?
“Penentuan bakal cawapres pendamping Anies idealnya yang dipilih adalah tokoh-tokoh yang punya background militer, karena menurut saya Anies membutuhkan pasangan yang tegas dalam mengambil setiap keputusan dan kebijakan,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Power Ikhwan Arif kepada SINDOnews, Jumat (10/3/2023).
Baca: HNW Akui Khofifah Masuk Kriteria Cawapres Anies Baswedan
Dia berpendapat, hal tersebut bisa dilihat dalam setiap konstelasi politik bahwa kekuatan militer sangat diperhitungkan dalam merebut suara pemilih. “Terbukti banyak tokoh-tokoh politik yang berasal dari kekuatan militer, jadi tidak heran banyak pemilih yang tertarik untuk memilih kandidat yang berasal dari kalangan militer dibandingkan kalangan sipil,” tuturnya.
Lihat Juga :