alexametrics

Langkah Erick Thohir Gandeng KPK Kawal Dana PEN Dinilai Tepat

loading...
Langkah Erick Thohir Gandeng KPK Kawal Dana PEN Dinilai Tepat
angkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawal dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dinilai sudah tepat. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawal dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dinilai sudah tepat.

Direktur Eksekutif Indonesia Budget Center (IBC), Roy Salam menilai langkah Erick Thohir menggandeng KPK dalam mengawal dana program PEN diperlukan dalam konteks pencegahan pelanggaran dan menjaga anggaran agar realisasinya tepat sasaran. Namun perlu diwujudkan secara sistemik dalam sebuah sistem. (Baca juga: Disambangi Erick Thohir lewat Pintu Belakang, Ini Penjelasan KPK)

“Sistem pengawasan dengan melibatkan KPK saya kira perlu, itu bagus dalam konteks pencegahan, hanya saja, saya kira dorongan itu harus bisa diwujudkan secara sistemik,” ujar Roy kepada wartawan, Kamis (16/7/2020).

Menurut dia, dana PEN itu penting untuk disalurkan kepada BUMN-BUMN yang bersentuhan langsung dengan upaya memperkuat pemulihan dan ketahanan ekonomi nasional. “Ekonomi produktif itu penting, juga diarahkan melihat BUMN-BUMN yang sehat secara keuangan jangan sampai diarahkan kepada BUMN yang sebenarnya tidak sehat,” katanya.



Dia berpandangan perlu adanya keterbukaan serta pembenahan sistem di dalam manajemen BUMN. Dia mengatakan, salah satu sistem pencegahan korupsi adalah adanya aturan untuk mencegah terjadinya konflik kepentingan.

“Conflict of interest itu yang antara lain mulai dari pengadaan barang dan jasa di BUMN, kemudian penempatan pejabat-pejabat di BUMN, dan juga keterbukaan laporan keuangan, nah ini kan penting,” paparnya. (Baca juga: 18 Lembaga Dibidik, Moeldoko "Bocorkan" Tiga yang Mubazir)



Selain itu, Roy berpendapat bahwa BUMN didorong untuk lebih terbuka menyangkut tata kelola perusahaan kepada masyarakat. "Juga ada sistem yang dibangun dalam hal ini sistem pencegahan misalkan rekrutmen yang melibatkan beberapa pihak yang maksudnya menghindari conflict of interest," imbuhnya.

Dengan begitu, dia berharap dengan pelibatan KPK maka dana PEN benar-benar akuntable dan tepat sarasaran dalam pengelolaanya sehingga berdampak pada penguatan pertumbuhan ekonomi nasional.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak