Lebih Kuat dari Jerman, Polri: Pertahanan Siber G20 Bali Tak Tembus Diserang Hacker
Kamis, 23 Februari 2023 - 19:06 WIB
loading...
Direktur Dirtipidsiber Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar mengatakan, pertahanan siber G20 Bali tak tembusu diserang lebih dari 5.000 hacker. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Mabes Polri mengklaim pertahanan siber saat G20 di Bali pada November 2022 mampu mencegah serangan hacker atau peretas. Bahkan pertahanan siber Indonesia lebih kuat dibandingkan Jerman.
Direktur Dirtipidsiber Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar membandingkan dengan perhelatan G20 di Hamburg, Jerman yang berhasil ditembus oleh hacker.
"Kalau pengamanan kegiatan seperti agenda internasional kayak G20 kita kuat jadi artinya tidak hanya dengan sendirian dengan BSSN, Kominfo, Siber TNI kita bisa mengawal kegiatan G20 yang dilaksanakan di Bali sekadar untuk diketahui coba searching G20 di Jerman diserang hacker dan tembus. Nah berarti kita lebih hebat dari Jerman," katanya saat berkunjung ke iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2023).
Baca juga: Gubernur Lemhannas: Angkatan Keempat TNI Bidang Siber Sedang Berevolusi
Adi menjelaskan saat G20 di Bali ada sekitar 5.000 lebih serangan hacker. Apalagi saat Presiden Rusia Vladimir Putin tidak hadir pada perhelatan dunia tersebut membuat ketar ketir. Namun serangan tersebut berhasil diminimalkan sehingga tidak dapat menembus firewall atau dinding pertahanan siber saat G20 di Bali.
Direktur Dirtipidsiber Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar membandingkan dengan perhelatan G20 di Hamburg, Jerman yang berhasil ditembus oleh hacker.
"Kalau pengamanan kegiatan seperti agenda internasional kayak G20 kita kuat jadi artinya tidak hanya dengan sendirian dengan BSSN, Kominfo, Siber TNI kita bisa mengawal kegiatan G20 yang dilaksanakan di Bali sekadar untuk diketahui coba searching G20 di Jerman diserang hacker dan tembus. Nah berarti kita lebih hebat dari Jerman," katanya saat berkunjung ke iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2023).
Baca juga: Gubernur Lemhannas: Angkatan Keempat TNI Bidang Siber Sedang Berevolusi
Adi menjelaskan saat G20 di Bali ada sekitar 5.000 lebih serangan hacker. Apalagi saat Presiden Rusia Vladimir Putin tidak hadir pada perhelatan dunia tersebut membuat ketar ketir. Namun serangan tersebut berhasil diminimalkan sehingga tidak dapat menembus firewall atau dinding pertahanan siber saat G20 di Bali.
Lihat Juga :