Jadi yang Pertama Kali Jujur ke Polri, AKP Irfan Widyanto Berharap Bebas
Rabu, 22 Februari 2023 - 08:37 WIB
loading...
A
A
A
Kedua, alasan lain Irfan bisa bebas yakni, dia orang pertama yang membuka fakta soal CCTV di sekitar rumah dinas Ferdy Sambo kepada pimpinan Polri. Irfan membuka fakta soal DVR CCTV itu kepada pimpinan Polri pada 21 Juli 2022 lalu.
Hal itu dilakukannya 3 hari setelah pengacara keluarga Brigadir J membuat laporan polisi (LP) terkait pembunuhan berencana. "Bahwa Irfan ini yang pertama kali jujur menyampaikan kepada pimpinan Polri lho. Kalau tidak salah Eliezer mulai jujur dan membuka fakta yang sebenarnya itu 8 Agustus 2022, sedangkan Irfan sudah menyampaikan fakta yang sebenarnya kepada pimpinan polri sejak 21 Juli 2022," jelasnya.
Dalam kasus ini, Irfan Widyanto memang sempat dipanggil pimpinan Polri. Dalam pertemuan itu, Irfan mengungkapkan siapa yang memerintahkannya untuk mengambil DVR CCTV. Baca juga: Kemenkumham Siapkan Remisi Tambahan untuk Richard Eliezer
Menurut Riphat, kejujuran kliennya seharusnya juga dihargai seperti Bharada E. Apalagi Irfan lebih dulu jujur kepada pimpinan Polri.
"Jadi kalau bicara kejujuran, artinya Irfan yang lebih jujur. Sebelum ada tekanan apapun, Irfan sudah langsung menyampaikan apa adanya pada pimpinan Polri. Baik Eliezer dan Irfan, dua-duanya belum ada yang di sidang kode etik. Saya rasa ini bentuk objektivitas institusi Polri ya, menunggu kepastian hukum secara pidana, sebelum memutuskan nasib anggotanya dalam sidang kode etik profesi," tandasnya.
Hal itu dilakukannya 3 hari setelah pengacara keluarga Brigadir J membuat laporan polisi (LP) terkait pembunuhan berencana. "Bahwa Irfan ini yang pertama kali jujur menyampaikan kepada pimpinan Polri lho. Kalau tidak salah Eliezer mulai jujur dan membuka fakta yang sebenarnya itu 8 Agustus 2022, sedangkan Irfan sudah menyampaikan fakta yang sebenarnya kepada pimpinan polri sejak 21 Juli 2022," jelasnya.
Dalam kasus ini, Irfan Widyanto memang sempat dipanggil pimpinan Polri. Dalam pertemuan itu, Irfan mengungkapkan siapa yang memerintahkannya untuk mengambil DVR CCTV. Baca juga: Kemenkumham Siapkan Remisi Tambahan untuk Richard Eliezer
Menurut Riphat, kejujuran kliennya seharusnya juga dihargai seperti Bharada E. Apalagi Irfan lebih dulu jujur kepada pimpinan Polri.
"Jadi kalau bicara kejujuran, artinya Irfan yang lebih jujur. Sebelum ada tekanan apapun, Irfan sudah langsung menyampaikan apa adanya pada pimpinan Polri. Baik Eliezer dan Irfan, dua-duanya belum ada yang di sidang kode etik. Saya rasa ini bentuk objektivitas institusi Polri ya, menunggu kepastian hukum secara pidana, sebelum memutuskan nasib anggotanya dalam sidang kode etik profesi," tandasnya.
(poe)
Lihat Juga :