Dokter Reisa Broto Asmoro Ajak Lengkapi Vaksinasi Covid-19
Selasa, 14 Februari 2023 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut dia menuturkan, masyarakat perlu mengetahui bahwa pasti ada penurunan antibodi setelah enam bulan menerima dosis lengkap. Maka itu, vaksin booster dinilai perlu agar proteksi diri terhadap Covid-19 kembali meningkat.
"Ini penting sekali terutama untuk kelompok rentan. Itu sebabnya kalau sudah lengkap vaksin dua dosis, jangan lupa juga lengkapi dengan booster atau lanjutannya. Agar kita tidak mudah tertular dan menurunkan risiko perburukan akibat Covid-19," tuturnya.
Pemerintah mulai 24 Januari 2023 menjalankan program vaksinasi booster kedua atau dosis keempat untuk orang berusia 18 tahun ke atas. Jenis vaksinnya yang telah memperoleh persetujuan atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dia mengajak masyarakat memanfaatkan booster kedua sebaik mungkin. "Supaya kita bisa mengantisipasi Covid-19," imbuhnya.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan semua parameter epidemiologi menurun dan terkendali setelah sebulan PPKM dicabut. Tak ada lonjakan kasus Covid-19 dan tidak ada penambahan kasus kematian.
Sekadar informasi, 99% antibodi meningkat berdasarkan survei Serologi Antibodi SARS-CoV-2 kepada 16.286 orang di 19 kabupaten/kota. Survei memeriksa darah untuk mengetahui tingkat antobodi. "Itu menambah keyakinan, meski pandemi belum berakhir tapi kita bisa mengendalikan," pungkasnya.
"Ini penting sekali terutama untuk kelompok rentan. Itu sebabnya kalau sudah lengkap vaksin dua dosis, jangan lupa juga lengkapi dengan booster atau lanjutannya. Agar kita tidak mudah tertular dan menurunkan risiko perburukan akibat Covid-19," tuturnya.
Pemerintah mulai 24 Januari 2023 menjalankan program vaksinasi booster kedua atau dosis keempat untuk orang berusia 18 tahun ke atas. Jenis vaksinnya yang telah memperoleh persetujuan atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dia mengajak masyarakat memanfaatkan booster kedua sebaik mungkin. "Supaya kita bisa mengantisipasi Covid-19," imbuhnya.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan semua parameter epidemiologi menurun dan terkendali setelah sebulan PPKM dicabut. Tak ada lonjakan kasus Covid-19 dan tidak ada penambahan kasus kematian.
Sekadar informasi, 99% antibodi meningkat berdasarkan survei Serologi Antibodi SARS-CoV-2 kepada 16.286 orang di 19 kabupaten/kota. Survei memeriksa darah untuk mengetahui tingkat antobodi. "Itu menambah keyakinan, meski pandemi belum berakhir tapi kita bisa mengendalikan," pungkasnya.
Lihat Juga :