alexametrics

Mahfud MD Ingin Aktifkan Tim Pemburu Koruptor, ICW Tunjukkan Fakta Ini

loading...
Mahfud MD Ingin Aktifkan Tim Pemburu Koruptor, ICW Tunjukkan Fakta Ini
Indonesia Corruption Watch (ICW) menganggap pembentukan kembali Tim Pemburu Koruptor yang diusulkan oleh Menko Polhukam Mahfud MD belum terlalu dibutuhkan. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) menganggap pembentukan kembali Tim Pemburu Koruptor yang diusulkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD belum terlalu dibutuhkan.

Tim Pemburu Koruptor yang pernah dibentuk oleh pemerintah pada tahun 2002 sila dinilai tidak menunjukkan hasil yang maksimal.

"Data ICW menunjukkan pasca delapan tahun dibentuk, faktanya tim ini hanya berhasil menangkap empat buronan dari enam belas target penangkapan. Selain itu, evaluasi terhadap tim ini juga tidak pernah dipublikasikan oleh pemerintah," ujar peneliti ICW, Wana Alamsyah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/7/2020).(Baca juga: Diaktifkan Lagi, Tim Pemburu Koruptor Tidak Akan Ambil Alih Kerja KPK)

Berdasarkan catatan ICW sejak 1996-2018, kata dia, terdapat 40 buronan kasus korupsi yang belum dapat ditangkap oleh penegak hukum.



"Artinya, yang harus diperkuat dalam hal ini adalah aparat penegak hukumnya. Kebijakan untuk membuat tim baru malah berpotensi tumpang tindih dari segi kewenangan,"katanya.

Wana juga mengungkapkan, secara formal dalam kasus letter of credit (LoC) BNI diketahui bahwa perjanjian ekstradisi bukan satu-satunya cara untuk dapat menangkap buronan.(Baca juga: Inilah Perjalanan Ekstradisi Maria Pauline Lumowa dari 2009-2020)



Menurut dia, ke depan pemerintah harus fokus pada pendekatan non formal (pemerintah atau penegak hukum) antarnegara untuk mempercepat proses penangkapan puluhan buronan yang bersembunyi di negara lain.

"Jangan sampai di dalam kondisi pandemi saat ini, upaya untuk membuat task force baru malah menjadi kontra produktif," katanya.
(dam)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak