Rasa Keadilan dan Profesionalisme Polri

Rabu, 01 Februari 2023 - 17:45 WIB
loading...
Rasa Keadilan dan Profesionalisme...
Polri diminta mengedepankan transparansi dan bertindak profesional dalam penanganan setiap kasus dugaan tindak pidana, termasuk yang melibatkan oknum anggotanya. (Wawan Bastian/KORAN SINDO)
A A A
KEPOLISIAN Republik Indonesia (Polri) masih harus menghadapi banyak ujian pascameledaknya tragedi mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo yang kini sedang menjalani masa persidangan. Bagi Polri, tragedi pembunuhan Brigadir Yosua adalah drama seri yang entah kapan akan berakhir.

Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com

Sebagian orang meyakini, Sambo yang dituntut seumur hidup oleh jaksaitu sedang berupaya keras untuk tidak dijatuhi hukuman mati atas dakwaan pembunuhan berencana. Apapun vonis yang akan dijatuhkan kepada Sambo pasti akan kontroversial. Tidak mungkin memuaskan semua pihak.

Ini berarti ketika hakim ketok palu vonis, kontroversi tragedi Sambo belum akan berakhir. Sambo akan terus berjuang mendapatkan keadilan versi dirinya. Demikian pula pihak keluarga Brigadir Yosua juga akan melakukan hal serupa hingga titik terakhir upaya hukum aliasinkracht.

Tentu saja majelis hakim Pengadilan Jakarta Selatan harus mempertimbangkan banyak aspek sebelum benar benar menjatuhkan vonis. Pertimbanga hukum dan rasa keadilan publik memiliki bobot yang sama besar karena vonis Sambo cs akan berpengaruh terhadap wibawa institusi Polri sebagai lembaga penegak hukum yang paling kuat saat ini.

Sembari harap-harap cemas menunggu vonis Sambo cs pekan depan,kasus lain yang tak kalah seriusnya juga menjadi pembicaraan hangat di ruang publik. Yakni penetapan tersangka mahasiswa FISIP Universitas Indonesia (UI) Muhammad Hasya Atallah Saputra yang telah meninggal dunia dalam kecelakaan di wilayah Srengseng Sawah, Depok, Oktober 2022 lalu.

Kecelakaan Hasya melibatkan seorang pensiunan anggota polisi. Dirlantas Polda Metro Jaya menetapkan tersangka kepada Hasya karena kecelakaan itu dianggap murni disebabkan kelalaian almarhum saat mengendarai sepeda motor.

Sementara menurut kronologis yang disampaikan pihak keluarga Hasya, almarhum meninggal karena terlindas/tertabrak mobil yang dikendarai mantan Kapolsek Cilincing AKBP Purn Eko Setia Budi Wahono. Namun kronologis versi polisi, Hasya terjatuh dari sepeda motor dan menyenggol mobil Mitsubishi Pajero yang dikendarai Eko Setia Budi.

Upaya mediasi antara keluarga Hasya dan pengemudi Pajero tidak menemui titik temu. Beberapa hari lalu pihak keluarga bereaksi keras dan bertekad menempuh jalur hukum setelah almarhum Hasya ditetapkan tersangka oleh Dirlantas Polda Metro Jaya yang kemudian kasusnya dihentikan karena tersangkannya meninggal dunia.

Karena viral di media masss dan di media sosial, netizen juga menaruh simpati dan dukungan untuk keluarga korban untuk mendapatkan keadilan hukum. Merespons reaksi publik yang keras, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk mengusut kembali kasus ini.

Di waktu yang bersamaan, kepolisian juga menghadapi kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan mahasiswi asal Cianjur Selvi Amelia Nuraeni yang juga mengundang polemik serius. Mahasiswi Universitas Suryakancana itu meninggal ditabrak mobil rombongan polisi di wilayah Cianjur. Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan menegaskan Selvi tidak ditabrak rombongan mobil polisi. Tapi oleh mobil Audi warna hitam yang dikemudikan warga sipil yang menerobos masuk rombongan mobil polisi.

Sopir Audi Hitam sudah ditetapkan tersangka. Namun, menurut pihak keluarga mobil yang menabrak Selvi bukan Audi warna hitam, tapi Toyota Kijang Innova dari rombongan kepolisian. Polemik mencuat dan warga mengadu ke akun sosmed Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang kemudian menjadikan kasus sebagai atensi khusus.

Belakangan diketahui, dalam mobil Audi itu terdapat penumpang perempuan yang mengaku sebagai istri anggota polisi yang ikut dalam rombongan. Dan sopir mobil Audi juga membantah tuduhan mobilnya yang menabrak motor Selvi.

Dua kasus kecelakaan lalu lintas di atas yang menyebabkan dua mahasiswa meninggal dunia di tempat terpisah itu jelas bukan masalah biasa. Karena kedua kejadian melibatkan unsur kepolisian, yakni mantan Kapolsek Cilincing yang terkait dengan kecelakaan Hasya dan orang yang mengaku istri anggota polisi yang ikut rombongan mobil yang diduga menabrak Selvi.

Kepolisian harus profesional dan tidak boleh berpihak kepada pihak tertentu dalam menegakkan hukum karena hilangnya nyawa manusia. Tidak boleh ada rekayasa lagi untuk meringankan hukuman kepada pihak tertentu dan mengorbankan keadilan bagi korban yang meninggal dunia.

Atensi Kapolri untuk mengusut tuntas kasus ini harus dijadikan pegangan agar Polri benar-benar profesional, tidak pandang bulu meskipun nanti anggotanya terbukti bersalah dari proses penyidikan. Polri yang profesional adalah pengayom hukum dan penjamin rasa keadilan bagi masyarakat. Apalagi Polri sedang berupaya memulihkan citra dirinya sebagai institusi yang bisa dipercaya setelah tragedi Ferdy Sambo.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Boni Hargens Lihat Polri...
Boni Hargens Lihat Polri Makin Humanis: Kunci Stabilitas Sosial Politik
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Anggota Polri yang Duduki...
Anggota Polri yang Duduki Jabatan di Luar Struktur Tak Perlu Mundur selama Penugasan Negara
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
4 Kombes Pol Digeser...
4 Kombes Pol Digeser Kapolri ke Dirreskrimum Polda pada Mutasi 7 Mei 2026
22 Pati dan Pamen Dimutasi...
22 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Polda Luar Jawa, Ada Irjen Pol hingga AKBP
Rekomendasi
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
Main Sinetron Stripping,...
Main Sinetron Stripping, Gisel Sempet Galau Pikirkan Gempi
Kisah Yoane Wissa: Hampir...
Kisah Yoane Wissa: Hampir Buta dan Gol Bersejarah di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Sony Sonjaya Bungkam...
Sony Sonjaya Bungkam Jelang Diperiksa Kejagung soal Dugaan Korupsi MBG
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
SGU-Endress+Hauser Kembangkan...
SGU-Endress+Hauser Kembangkan Talenta melalui Beasiswa, Magang, dan Program Vokasi
KPK Buka Peluang Periksa...
KPK Buka Peluang Periksa Pihak BPK, Dalami Peran Eks Staf Ahli Bobby Adhityo Rizaldi
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved