Lemhannas Gandeng BKPRMI Gelar Diklatnas Latihan Manajemen Dakwah
Selasa, 31 Januari 2023 - 01:27 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, lanjut dia, prestasi Presiden Jokowi justru dipuji-puji oleh dunia internasional. "G20, Presiden dielu-elukan oleh pemimpin bangsa lain, tapi di dalam negeri malah dihina dengan berbagai sebutan," ujarnya.
Idrrus menuturkan, kebebasan berekspresi, dan berpendapat dalam demokrasi harusnya tetap dibarengi dengan tanggung jawab. "Apa salahnya kalau ada masalah kita bicarakan dengan baik kita komunikasikan dengan baik, ada salurannya masing-masing. Apakah itu politik ada salurannya di DPR, ataukah itu hukum adalah salurannya lembaga-lembaga hukum yang siap," tuturnya.
Idrus berharap Lemhannas terus mengadakan kegiatan seperti Diklatnas LMD BKPRMI. "Lemhannas dengan mulai bersama BKPRMI ini betul-betul konsen menjadikan lembaga ini mampu memberikan legitimasi akademik konseptual terhadap masalah-masalah kebangsaan. Agar lembaga ini mampu menginspirasi terciptanya sebuah tradisi politik yang demokratis," jelasnya.
Dia melanjutkan, tradisi demokratis itu memberi ruang kepada semua anak bangsa bersaing secara kualitatif, dengan menjadikan ide dan gagasan sebagai instrumen politik. Karena, produktivitas politik hanya dapat dicapai apabila semua pihak konsisten menjadikan ide, dan gagasan sebagai instrumen utama.
Idrrus menuturkan, kebebasan berekspresi, dan berpendapat dalam demokrasi harusnya tetap dibarengi dengan tanggung jawab. "Apa salahnya kalau ada masalah kita bicarakan dengan baik kita komunikasikan dengan baik, ada salurannya masing-masing. Apakah itu politik ada salurannya di DPR, ataukah itu hukum adalah salurannya lembaga-lembaga hukum yang siap," tuturnya.
Idrus berharap Lemhannas terus mengadakan kegiatan seperti Diklatnas LMD BKPRMI. "Lemhannas dengan mulai bersama BKPRMI ini betul-betul konsen menjadikan lembaga ini mampu memberikan legitimasi akademik konseptual terhadap masalah-masalah kebangsaan. Agar lembaga ini mampu menginspirasi terciptanya sebuah tradisi politik yang demokratis," jelasnya.
Dia melanjutkan, tradisi demokratis itu memberi ruang kepada semua anak bangsa bersaing secara kualitatif, dengan menjadikan ide dan gagasan sebagai instrumen politik. Karena, produktivitas politik hanya dapat dicapai apabila semua pihak konsisten menjadikan ide, dan gagasan sebagai instrumen utama.
(hab)
Lihat Juga :