Epidemiolog Ungkap Pentingnya Vaksin Booster Kedua Usai PPKM Dicabut

Rabu, 25 Januari 2023 - 18:20 WIB
loading...
Epidemiolog Ungkap Pentingnya...
Ilustrasi vaksin booster. Foto/Dok MPI
A A A
JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman mengungkapkan pentingnya vaksin booster kedua atau dosis keempat usai kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) dicabut. Menurutnya, kebijakan pemberian vaksin booster kedua untuk masyarakat umum memang sangat diperlukan.

Dia mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk membuat perencanaan yang efektif agar pemberian vaksin booster kedua bisa terlaksana dengan baik. Dia mengakui bahwa vaksin booster kedua diperlukan karena sebagian masyarakat Indonesia rata-rata sudah lebih dari lima bulan ketika menerima booster pertama atau dosis ketiga.

"Ini juga dilandasi dengan kepentingan untuk memberikan proteksi lebih pada publik karena yang kita hadapi ini adalah sub varian baru dari Omicron yang efektif sekali ya menembus benteng antibodi," kata Dicky, Rabu (25/1/2023).

Baca juga: Vaksin Booster Perkuat Imun terhadap Covid-19



Lebih lanjut dia menuturkan, pemberian booster dosis kedua juga sebagai upaya penguatan perlindungan di tengah dicabutnya PPKM. Aktivitas sosial dan ekonomi di masyarakat saat ini sudah sangat longgar. "Maka bekal vaksinasi booster ini menjadi sangat penting," tuturnya.

Kendati demikian, dia mengingatkan pemberian vaksin dosis booster dosis kedua jangan sampai menghilangkan prinsip dari vaksinasi itu sendiri yang harus tetap prioritas pada kelompok rawan. Dia menambahkan, meskipun pada populasi umum vaksin booster dosis kedua sudah dibuka tetapi kelompok rawan harus menjadi prioritas.

"Ini harus tetap dikejar bahkan harus proaktif, karena mereka yang paling berisiko. siapa kelompok rawan itu, ya yang dari sisi kondisi tubuh seperti lansia, ibu hamil, atau dari sisi pekerjaan seperti pelayan publik, seperti tenaga kesehatan, itu harus dikejar dipastikan cakupannya tinggi. Tinggi itu berapa? Ya harus di atas 90 persen," ungkapnya.

Sementara untuk daerah yang menjadi prioritas, kata dia, semua daerah harus mendapatkan vaksin booster dosis kedua secara merata. Pasalnya, kelompok rentan ada di semua daerah.

Maka itu, dia mengatakan pentingnya perencanaan yang efektif dan matang dalam pemberian vaksin booster dosis kedua. "Hal ini untuk memastikan tidak ada kendala dalam distribusi vaksinya, tidak ada kendala dalam ketersediaan sarana prasarana maupun sdm ya, vaksinatornya," tuturnya.

Dia mengingatkan juga bahwa keberhasilan program vaksinasi ini memerlukan peran dari masyarakat. Karena tanpa peran masyarakat ini tidak akan sukses, khususnya dalam artian membangun literasi.

"Ketika di satu keluarga misalnya ada kelompok rawan dari sisi tadi dua aspek tadi, belum mendapat booster didorong ya, jadi peran keluarga, peran setiap masyarakat individu untuk memastikan bahwa orang di sekitarnya yang rawan itu untuk segera mendapatkan vaksin menjadi sangat penting," ucapnya.

Di samping itu, peran pemerintah daerah (pemda) juga dinilai penting dalam memberikan komunikasi dan penjelasan mengenai pentingnya vaksin booster dosis kedua, termasuk menjelaskan manfaat dan meng-counter informasi ataupun kabar-kabar yang tidak benar alias hoaks.

"Ini tentu perlu juga peran dari masyarakat civil society termasuk media dalam hal ini untuk menyampaikan ini pada publik bahwa vaksin ini jauh lebih penting, ada misalnya kasus-kasus efek samping, itu jauh lebih kecil kasusnya dibanding kalau terkena Covid-19, dan itu jauh manfaat dari vaksin itu jauh lebih besar dari pada risikonya," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Saran Epidemiolog Cegah...
Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Bupati Bengkulu Selatan...
Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Korupsi Dana Covid-19
Presiden Jokowi: Kalau...
Presiden Jokowi: Kalau Sudah Masuk Endemi, Kena Covid-19 Bayar
Kasus Covid-19 di Indonesia...
Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 190, Meninggal 5 Orang
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Bagaimana Penularan...
Bagaimana Penularan Virus Nipah? Ini Penjelasan Ahli Epidemiologi
Rekomendasi
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Jonathan David Hattrick,...
Jonathan David Hattrick, Kanada Hancurkan Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Berita Terkini
Ditangkap Polda Metro...
Ditangkap Polda Metro Jaya, Dokter Tifa: Tepat saat Saya Menghadap Ujian S3
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya di Jakarta
KPK Telusuri Pembelian...
KPK Telusuri Pembelian Aset Fadia Arafiq saat Jabat Bupati Pekalongan
Selain Dokter Tifa,...
Selain Dokter Tifa, Polda Metro Jaya Juga Tangkap Roy Suryo
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
Dokter Tifa Ditangkap...
Dokter Tifa Ditangkap Polisi dan Dibawa ke Polda Metro Jaya, Ini Kata Kuasa Hukum
Infografis
Usai Pembunuhan Brigadir...
Usai Pembunuhan Brigadir J, Arif Rachman Ungkap Perintah Sambo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved