Kemenag Gulirkan Program Kita Cinta Papua, Ini Tujuannya

Selasa, 14 Juli 2020 - 10:34 WIB
loading...
Kemenag Gulirkan Program...
Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, program Kita Cinta Papua untuk memajukan pendidikan dan keagamaan di Papua, baik melalui lembaga pendidikan maupun rumah ibadah. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menggulirkan program "Kita Cinta Papua" sebagai bagian dari ikhtiar membangun jembatan kesetiakawanan dari Aceh hingga Papua . Inti program ini adalah memajukan pendidikan dan keagamaan di Papua, baik melalui lembaga pendidikan maupun rumah ibadah.

"Kita ingin membangun 'jembatan kesetiakawanan' dari Aceh hingga Papua . Jembatan ini dibangun dengan mengintensifkan dialog tokoh agama lintas kawasan. Sebagai bagian upaya ke sana, Kemenag gulirkan program "Kita Cinta Papua"," kata Menteri Agama Fachrul Razi di Jakarta dalam siaran persnya, Senin (13/07).

Melalui program ini, Kemenag memajukan pendidikan dan keagamaan di Papua, baik melalui lembaga pendidikan maupun rumah ibadah. Kemenag juga akan memberi beasiswa kepada generasi muda Papua untuk mengikuti pendidikan di berbagai kota di Indonesia. “Program lainnya adalah memperkokoh hubungan dengan tokoh-tokoh masyarakat tanah Papua," ujarnya.(Baca juga: Ini Persamaan Kurikulum PAI dan Bahasa Arab di Madrasah )

Leading sector program ini adalah Ditjen Bimas Kristen, Ditjen Bimas Katolik, dan Forum Kerukunan Umat Beragama atau FKUB. Menurut Menag, mereka akan didukung semua jajaran Kemenag di pusat dan daerah serta berkoordinasi dengan semua kementerian dan lembaga, pemda, organisasi keagamaan dan masyarakat, organisasi kemanusiaan dan semua elemen yang peduli Papua.

Untuk melengkapi data awal, Kemenag telah mengundang sejumlah pihak yang pernah bertugas atau memiliki pengetahuan tentang Papua, untuk menggali masukan tentang keadaan sosial dan budaya di sana. "Pelaksanaan program ini akan menggunakan anggaran Kementerian Agama," katanya.

Menag menambahkan, "Kita Cinta Papua" menjadi bagian dari tahapan Kemenag mewujudkan jembatan kesetiakawanan Aceh-Papua. Karenanya, program sejenis akan digulirkan juga di berbagai daerah pada tahapan berikutnya, hingga provinsi paling barat di Indonesia, Nangreo Aceh Darussalam. "Hal ini sudah pernah dibicarakan dengan Gubernur dan FKUB Aceh, FKUB Papua, dan FKUB Papua Barat," kata Menag.(Baca juga: Kalangan Muda Papua Diajak Optimalkan Potensi Daerahnya )

Ikhtiar membangun jembatan kesetiakawanan Aceh-Papua, kata Menag, sudah mulai dirintis pada awal 2020, sebelum Pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Saat itu, sudah diagendakan dua pertemuan tokoh lintas agama Aceh dan Papua.

Pertama, pertemuan pada Munas Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) 2020 di Medan. Munas yang sedianya dihadiri Menag ini dijadwalkan pada 16 Maret 2020 dan dihadiri 27 perwakilan daerah di Indonesia. Pada kegiatan itu, Menag berencana mengajak tokoh agama Papua untuk berkunjung dan berdiskusi dengan tokoh agama di Aceh.

Kedua, pertemuan bersamaan gelaran MTQ tingkat Provinsi di Papua dan Papua Barat yang waktu itu dijadwalkan pada April 2020. Pada giat tersebut, Menag berencana mengajak tokoh agama Aceh untuk berkunjung ke tanah Papua.

"Kedua pertemuan itu belum terlaksana karena pandemi Covid-19," tutur Menag. "Semoga pandemi COVID-19 segera selesai dan ikhtiar mewujudkan jembatan kesetiakawanan Aceh-Papua bisa dilakukan lebih optimal," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Rekomendasi
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
Berita Terkini
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Prabowo Sindir Penolak...
Prabowo Sindir Penolak MBG: Enggak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar
Kejagung Sebut Kasus...
Kejagung Sebut Kasus Pencurian Sandal Jepit Tak Harus ke Pengadilan, Bisa Diselesaikan lewat RJ
2 Calon Manajer Kopdes...
2 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latsarmil, TB Hasanuddin Berharap Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Legal Standing Belum...
Legal Standing Belum Lengkap, Sidang Perdana Gugatan Bonatua Terhadap KPU-Rektor UGM Ditunda
Jaksa Agung Singgung...
Jaksa Agung Singgung Wacana Peleburan Pidum-Pidsus demi Penanganan Perkara Lebih Efisien
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved