Mendes PDTT Gandeng ASEAN Optimalkan Pembangunan Desa di Perbatasan

Jum'at, 13 Januari 2023 - 20:20 WIB
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar saat menyampaikan keynote speech dalam International Conference on Sustainable Rural Development in Border Areas, Jumat (13/1/2022). FOTO/IST
JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ( Mendes PDTT ) Abdul Halim Iskandar menginisiasi forum kolaborasi antarnegara-negara ASEAN untuk mengoptimalkan pembangunan desa di kawasan perbatasan. Membangun jaringan lintas negara antardesa di kawasan perbatasan akan mempercepat kebangkitan daerah pinggiran terutama dalam pencapaian tujuan SDGs di masing-masing negara.

"Forum ini dapat menjadi media bagi kita, sekaligus menjadi langkah awal, khususnya bagi desa-desa di kawasan perbatasan dalam membangun jejaring, menjalin kolaborasi, dalam rangka percepatan pencapaian Sustainable Development Goals dari desa, berbasis data desa, berdasar potensi desa," kata Abdul Halim saat menyampaikan keynote speech dalam International Conference on Sustainable Rural Development in Border Areas, Jumat (13/1/2022).



Menurut Abdul Halim, dari forum ini secara bersama-sama dapat memulai sebuah inisiasi pelembagaan bagi kerja sama antardesa di regional Asia Tenggara, baik yang secara langsung merupakan wilayah lintas batas, maupun dengan desa-desa lain. Menurutnya, kolaborasi sangat pentig karena berdasarkan batas wilayah di darat, Indonesia berbatasan langsung dengan tiga negara, Malaysia, Papua Nugini, dan Timor Leste. Sementara di laut, perairan Indonesia berbatasan dengan sepuluh negara tetangga, India, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Palau, Australia, Timor Leste, dan Papua Nugini.

Baca juga: Resolusi 2023, Mendes PDTT Perkuat Orkestrasi Pembangunan Desa

"Dalam lingkup ASEAN, Indonesia memiliki lima titik hubung dengan lima negara anggota ASEAN lainnya. Ini harus bermakna bagi kolaborasi pembangunan desa-desa lintas negara, konektivitas ekonomi, hingga asimilasi budaya, dengan tetap berpijak kedaulatan negara masing-masing," katanya.

Pada lima titik hubung ini, beranda Indonesia setidaknya ada 1.899 desa. Titik ini sekaligus menjadi jalan kolaborasi pembangunan 74.961 desa seluruh Indonesia dengan 74.000 lebih desa di Thailand, 11.000 lebih desa di Vietnam, ratusan desa di Malaysia, serta desa-desa lain di kawasan regional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!