CHO dan Tugas Menjaga Kebahagiaan Karyawan di Era Gig Economy

Jum'at, 13 Januari 2023 - 10:39 WIB
6. Memberdayakan karyawan

Semakin seorang karyawan berdaya dan merasa penting untuk perusahaan dan terlibat banyak dalam setiap proses pekerjaan, maka mereka semakin memiliki sense of belonging terhadap pekerjaan dan perusahaan. Misalnya, dalam proses perekrutan karyawan baru, karyawan boleh berpendapat dan mengemukakan pandangannya.

Seorang CHO harus kreatif dan inovatif, apalagi jika ia berada di perusahaan besar dengan karakteristik karyawan begitu beragam, baik dari varian usia maupun latar belakang lainnya. Setiap orang punya sumber dan cara meraih kebahagiaan yang berbeda.

Untuk itu, perlu dipikirkan acara-acara yang bisa menimbulkan kebahagiaan secara massal. Misalnya memutar musik penuh semangat di kantor, memancing bersama, olahraga bersama, dan lain-lain.

Situasi dalam kantor pun sebaiknya dibuat menyenangkan. Ada sarana olahraga ringan seperti tenis meja, futsal, dan berbagai klub sesuai kegemaran karyawan, misalnya zumba, yoga, pilates, pound fit, dan lain-lain. Jika karyawan bahagia, ekuivalen dengan waktu kerja atau masa pengabdian karyawan lebih lama di suatu perusahaan.

Menjadi bahagia itu penting. Tak hanya di perusahaan, tapi juga di komunitas lebih besar. Riset tentang Negara Paling Bahagia di dunia punya parameter utama, yakni keterjangkauan dan ketersediaan kebutuhan dasar, tingkat keamanan, serta kepercayaan pemerintah bersih dari korupsi.

Lima tahun berturut-turut juaranya dipegang Finlandia, sebuah negara yang dalam sistem pendidikannya meminimalkan istilah ‘PR’ alias pekerjaan rumah bagi siswa. Di bawah Finlandia, posisi utama untuk World Happiness In The World ditempati Denmark, Islandia, Swiss, Belanda, Luksemburg, Swedia, Norwegia, Israel, dan Selandia Baru.

Untuk urusan daerah dengan Indeks Kebahagiaan tertinggi di Indonesia, sepuluh besarnya tidak berada di Pulau Jawa. Bisa jadi karena kondisi di Jawa terhitung bising, hectic, dan begitu penuh tuntutan.

Menurut Badan Pusat Statistik, Indeks Kebahagiaan di Indonesia diukur menggunakan tiga dimensi, yakni kepuasan hidup (life satisfaction), perasaan (affect), dan makna hidup (eudamonia). Alhasil, provinsi yang memiliki indeks paling bahagia di Indonesia adalah provinsi Maluku Utara dengan perolehan skor 76,34.

Selanjutnya disusul tipis Kalimantan Utara (76,33) dan Maluku (76,28). Di 10 besar, daerah lain di bawahnya yakni Jambi, Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, Gorontalo, Papua Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Jadi, mari kita tingkatkan kebahagiaan di tempat kerja, kota, dan negara tempat kita berada. Maka, produktivitas dan kesejahteraan akan mengikuti. Termasuk di era gig economy saat begitu orang dengan mudah berpindah-pindah tempatnya berkarya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!