Psikolog Forensik: Respons Kontrol Alasan Putri Candrawathi Tetap Temui Brigadir J
Senin, 26 Desember 2022 - 22:04 WIB
“Kalau dilihat dari Indonesia Judicial Research Society di 2021 yang margin error nya itu 2% dari data populasinya, itu menunjukkan bahwa kebanyakan akan menarik diri, takut, malu, merasa bersalah yang bisa menggunakan ketiga respons tersebut,” kata Reni, Senin (26/12/2022).
Baca juga: Psikolog Forensik Catat Pengakuan Putri Candrawathi Takut kepada Ferdy Sambo
Alasan-alasan tersebut dapat dikarenakan adanya stigma negatif yang diberikan kepada korban, khususnya perempuan, sehingga melahirkan sikap-sikap di masyarakat yang menyalahkan korban, baik dari masyarakat dan aparat penegak hukum. Oleh karena itu, korban merasa tidak menemukan tempat yang aman dan mendukung pemenuhan akses keadilannya. Padahal, siapa pun korban seharusnya mendapatkan dukungan yang baik dari lingkungan.
Dari seluruh responden yang disurvei, masyarakat memiliki pandangan yang menyalahkan korban (victim blaming), bahwa kekerasan seksual dapat terjadi akibat perilaku maupun pilihan hidup korban. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat masih cenderung menyalahkan seksualitas korban, khususnya jika perempuan/anak perempuan sebagai korban.
Bahkan, bukan tidak mungkin Putri Candrawathi bisa bertemu Brigadir J seusai mengalami pemerkosaan karena berusaha tegar dalam pertahanan jiwa pascamenjadi korban kekerasan seksual.
Baca juga: Psikolog Forensik Catat Pengakuan Putri Candrawathi Takut kepada Ferdy Sambo
Alasan-alasan tersebut dapat dikarenakan adanya stigma negatif yang diberikan kepada korban, khususnya perempuan, sehingga melahirkan sikap-sikap di masyarakat yang menyalahkan korban, baik dari masyarakat dan aparat penegak hukum. Oleh karena itu, korban merasa tidak menemukan tempat yang aman dan mendukung pemenuhan akses keadilannya. Padahal, siapa pun korban seharusnya mendapatkan dukungan yang baik dari lingkungan.
Dari seluruh responden yang disurvei, masyarakat memiliki pandangan yang menyalahkan korban (victim blaming), bahwa kekerasan seksual dapat terjadi akibat perilaku maupun pilihan hidup korban. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat masih cenderung menyalahkan seksualitas korban, khususnya jika perempuan/anak perempuan sebagai korban.
Bahkan, bukan tidak mungkin Putri Candrawathi bisa bertemu Brigadir J seusai mengalami pemerkosaan karena berusaha tegar dalam pertahanan jiwa pascamenjadi korban kekerasan seksual.
Lihat Juga :