Ferdy Sambo Sebut Kesaksian Ahli Poligraf Puslabfor Pesanan Penyidik
Rabu, 14 Desember 2022 - 14:51 WIB
Baca juga: Ahli Poligraf Sebut Bharada E dan Ricky Rizal Jujur soal Penembakan Brigadir J
Menanggapi pernyataan Sambo, ketua majelis hakim Wahyu Ima Santoso menyampaikan pihaknyaa akan menilai keterangan saksi ahli. "Ya nanti majelis akan menilainya," ujar Wahyu.
Hasil tes poligraf lima terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J dibeberkan saksi ahli dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (14/12/2022). Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terindikasi bohong, sementara Ricky Rizal Wibowo dan Bharada E jujur.
Hal itu diungkapkan oleh saksi ahli poligraf Aji Febriyanto Ar-Rosyid saat bersaksi dalam persidangan. Ia membeberkan, untuk tes poligraf menggunakan metode skoring, Ferdy Sambo memiliki nilai minus 8, Putri Candrawathi memiliki nilai minus 25. Lalu, Kuat Ma'ruf dilakukan pemeriksaan dua kali dengan hasil pemeriksaan pertama punya skor plus 9 dan kedua minus 13. "Lalu, Ricky juga dua kali pemeriksan, pertama plus 11 dan kedua plus 19. Sedangkan Richard plus 13," katanya.
Aji menerangkan, nilai plus mengindikasikan seorang terperiksa tidak terindikasi berbohong. Ferdy Sambo misalnya, dia memiliki hasil minus yang terindikasi berbohong, begitu juga Putri Candrawathi yang terindikasi berbohong. "FS minus terindikasi berbohong. PC minus terindikasi berbohong. Kuat jujur dan terindikasi berbohong. Ricky dua-duanya jujur dan Richard jujur," kata Aji.
Menanggapi pernyataan Sambo, ketua majelis hakim Wahyu Ima Santoso menyampaikan pihaknyaa akan menilai keterangan saksi ahli. "Ya nanti majelis akan menilainya," ujar Wahyu.
Hasil tes poligraf lima terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J dibeberkan saksi ahli dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (14/12/2022). Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terindikasi bohong, sementara Ricky Rizal Wibowo dan Bharada E jujur.
Hal itu diungkapkan oleh saksi ahli poligraf Aji Febriyanto Ar-Rosyid saat bersaksi dalam persidangan. Ia membeberkan, untuk tes poligraf menggunakan metode skoring, Ferdy Sambo memiliki nilai minus 8, Putri Candrawathi memiliki nilai minus 25. Lalu, Kuat Ma'ruf dilakukan pemeriksaan dua kali dengan hasil pemeriksaan pertama punya skor plus 9 dan kedua minus 13. "Lalu, Ricky juga dua kali pemeriksan, pertama plus 11 dan kedua plus 19. Sedangkan Richard plus 13," katanya.
Aji menerangkan, nilai plus mengindikasikan seorang terperiksa tidak terindikasi berbohong. Ferdy Sambo misalnya, dia memiliki hasil minus yang terindikasi berbohong, begitu juga Putri Candrawathi yang terindikasi berbohong. "FS minus terindikasi berbohong. PC minus terindikasi berbohong. Kuat jujur dan terindikasi berbohong. Ricky dua-duanya jujur dan Richard jujur," kata Aji.
(cip)
Lihat Juga :