Revitalisasi SMK Pusat Keunggulan

Senin, 12 Desember 2022 - 12:59 WIB
Besaran pendanaan yang diperoleh bervariasi mulai dari dua hingga lima miliar rupiah, tergantung pada hasil penilaian dan kelayakan. Program ini juga melibatkan perguruan tinggi untuk berkontribusi memberikan pembinaan dan pendampingan kepada sekolah.

Tujuan dari pelaksanaan SMK Pusat Keunggulan sebagai bagian dari revitalisasi untuk mengintervensi pada tiga aspek tujuan yang meliputi lulusan, kurikulum, dan sekolah. Lulusan yang diharapkan dari lulusan SMK Pusat Keunggulan ialah siap kerja dan atau siap berwirausaha.

Kurikulum yang dijadikan pedoman pembelajaran pada program studi bukan hanya dari bahan tekstual akan tetapi kontekstual sesuai dengan kebutuhan dari Industri. Sekolah yang menjadi pusat keunggulan diharapkan dapat menjadi pusat rujukan baik sekolah maupun industri.

Hasil evaluasi pentahapan SMK Pusat Keunggulan yang dilakukan oleh Direktorat SMK Kemendikbudristek pada 2021 menunjukkan hasil yang cukup signifikan dari aspek kerja sama dan keselarasan dengan dunia kerja. Dari 725 SMK Pusat Keunggulan, 34,07% sekolah menyatakan memiliki Memorandum of Understanding (MoU) dengan industri lebih dari 25 MoU aktif, sedangkan sekolah yang memiliki lebih dari 10 MoU aktif sebanyak 25,38%.

Berdasarakan paket kerja sama kemitraan dengan dunia industri dari 728 sekolah 47,05% rata-rata memiliki dari 6-7 paket kerja sama dan 31,32% kerja sama dengan 8-9 paket kerja sama. Adapun paket kerja sama tersebut terdiri dari sembilan hal yakni, penyelerasan kurikulum, pembelajaran berbasis proyek, guru dari dunia kerja, magang, sertifikasi kompetensi guru dan lulusan dari dunia kerja, guru mendapatkan update teknologi dan training, teaching factory, komitmen serapan lulusan dari dunia kerja, dan beasiswa dari dunia kerja.

Berdasarkan data hasil evaluasi di atas memang dapat dikatakan dari segi kurikulum menunjukkan keselarasan antara kebutuhan industri dengan proses pembelajaran di sekolah. Begitu pula dengan capaian kerja sama dengan industri menunjukkan banyak kerja sama.

Akan tetapi yang paling penting ialah apakah kedua hal tersebut dapat menjamin keterserapan lulusan untuk ke bekerja. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tingkat pengangguran terbuka (TPT) per Februari 2022 sebanyak 8,40 juta orang. Dari jumlah ini, lulusan SMK menjadi peyumbang yang terbesar yakni 10,8%.

Catatan Program
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!