Saksikan Kejurnas Ju-jitsu, Hasto Dorong Dunia Politik Belajar Sportivitas Olahraga

Minggu, 04 Desember 2022 - 19:30 WIB
"Ju-jitsu tak hanya mengajarkan kedisiplinan, semangat pantang menyerah, dan dalam pertandingan tadi kita lihat bagaimana spirit itu muncul bahkan dalam salah satu seni bela diri yang ditampilkan, terlihat para atlet Ju-jitsu mampu menggunakan energi dari lawan kemudian mengunci serangan lawan itu," kata Hasto saat memberi sambutan.

Spirit ini, kata Hasto, bisa diterapkan dalam tingkat nasional, bagaimana kita bersaing dengan bangsa-bangsa lain. "Kalau kita menggunakan energi persaingan itu sebagaimana kita analogikan dengan Ju-Jitsu yang mampu melihat kelemahan serangan lawan, dan bahkan menggunakannya untuk mengunci balik serangan tersebut maka kita pun bisa gunakan jurus nasional kita untuk mengunci kekuatan ‘lawan’ dalam persaingan global dengan negara lain. Ini luar biasa filosofinya," urai Hasto.

Hasto menyinggung spanduk yang bertuliskan the art of war di berbagai sudut area kejurnas. Disebutnya, Ju-jitsu juga lahir dari semangat samurai, dari suatu tatanan moral berjuang dengan ketekunan, disiplin, dan tak pernah menyerah.

"Semangat ini kita gelorakan. Semangat mengandung seni dan tekat yang sangat kuat. Mengandung spirit perjuangan bagaikan api tak kunjung padam. Karena itulah saya bersedia menjadi salah satu pembina dari pengurus besar Jujitsu ini," tambah Hasto.

Dari Sekjen PBJI, Hasto mendapatkan informasi bahwa anggota Ju-jitsu Indonesia terbesar di dunia, mencapai 50 ribu orang. Untuk diketahui, saat ini Ju-jitsu memiliki beberapa sistem termasuk dari Jepang dan Brasil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!