Ada Karyawan Positif COVID-19, Kemendikbud Bantah Kantornya Lockdown

Rabu, 08 Juli 2020 - 14:18 WIB
Kemendikbud membantah kantornya lockdown dan tidak beroperasi menyusul sejumlah karyawan positif COVID-19. FOTO/IST
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud ) membantah kantornya lockdown dan tidak beroperasi menyusul sejumlah karyawan positif COVID-19. Kemendikbud menerapkan sistem piket dan bagi yang dinyatakan suspect diminta untuk isolasi mandiri.

Sekjen Kemendikbud Ainun Naim ketika dikonfirmasi membantah isu kantornya lockdown atau tutup. Guru besar UGM ini menegaskan, untuk sementara kegiatan operasional di Kemendikbud tetap berjalan dengan standar protokol kesehatan yang ketat.

"Tidak benar kalau ditutup. Hanya mengikuti protokol kesehatan dan layanan tetap berjalan," katanya ketika dihubungi SINDONews, Rabu (8/7/2020).( )

Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbud Evy Mulyani juga menyatakan hal yang sama. Kemendukbud tidak menerapkan lockdown, yang dilakukan adalah pendekatan piket dengan kebijakan yang sangat selektif untuk memastikan hanya karyawan sehat dan tidak berisiko yang ditugaskan piket. "Seluruh pekerjaan dan layanan tetap berjalan secara penuh," katanya ketika dikonfirmasi.

Evy menjelaskan, seluruh unit kerja di lingkungan Kemendikbud secara periodik melakukan sterilisasi dan disinfeksi serta menjalankan seluruh protokol kesehatan dengan konsisten. Menanggapi apakah ada pegawai Kemendikbud yang positif corona, dia menjawab. "Alhamdulillah semuanya sehat. Hanya dari tes yang telah dilaksanakan, ada yang suspect tanpa gejala sehingga sesuai dengan protokol kesehatan, kami minta untuk isolasi mandiri," katanya.



Terkait jumlah orang yang positif, Evy mengaku tidak dalam kapasitas memberitakan karena untuk laporan tersebut hanya dari Gugus Tugas yang berwenang menyampaikan.( )
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
(abd)
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More