Kemendes PDTT Gandeng Perguruan Tinggi Percepat Pembangunan Desa

Kamis, 10 November 2022 - 12:34 WIB
Perkembangan desa juga sudah signifikan. Tercatat pada 2022, sekitar 6.300-an desa mandiri dan penurunan drastis desa tertinggal dan sangat tertinggal. Gus Halim menyebut provinsi yang sukses menuntaskan desa tertinggal adalah Bali, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Bangka Belitung. "Ke depan, harus direkonstruksi penentuan status desa karena tantangannya berbeda," katanya.

Tantangannya yang akan dihadapi nantinya perlu dirumuskan secara detail agar orientasi pembangunan di desa sangat jelas dan bisa dirasakan oleh warga desa. Dalam hal ini, Gus Halim memastikan bahwa SDGs Desa adalah petunjuk arah pembangunan desa. "SDGs Desa akan memperjelas arah pembangunan desa, memudahkan pelaksanaan pembangunan, serta mempermudah pengukuran hasil, manfaat, dan dampak pembangunan,” tegasnya.

Sementara, Ketua Pertides Panut Mulyono mengatakan, peran perguruan tinggi ikut menyukseskan SDGs Desa dapat dilakukan dengan pengembangan dan inovasi serta berbagai kebijakan yang berbasis pada hasil penelitian. "KKN Tematik untuk pengembangan potensi desa juga merupakan hal penting," kata Panut.

Perguruan tinggi bisa peningkatkan kompetensi perangkat dan pendamping desa melalui pendidikan dan pelatihan seperti Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Menurut Panut, RPL merupakan salah satu cara mengukur kesetaraan pendidikan.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!