Mengenal Intel Polisi, Tak Selalu Nyamar Jadi Tukang Bakso
Kamis, 10 November 2022 - 04:57 WIB
Kedelapan, pelayanan SKCK serta rekomendasi penggunaan senjata api dan bahan peledak. "Intel dari Polri ya dia adalah anggota Polri punya pangkat yang ditugaskan dalam fungsi intelijen, untuk tugas mencari data dan informasi yang diolah dengan kaidah intelijen sehingga menjadi informasi intelijen," kata Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta kepada SINDOnews, Rabu (9/11/2022).
Sedangkan informan polisi, kata dia, orang yang menjadi sumber informasi bagi Polri. Informan ini, lanjut dia, bisa siapa saja misalkan masyarakat biasa yang mempunyai informasi.
"Intelijen, mau Polri, TNI, atau lembaga lain intinya bertugas mencari informasi, yang biasanya adalah informasi tentang suatu potensi ancaman, kemudian diolah untuk menjadi bahan pendukung pengambilan keputusan, terutama keputusan yang terkait pencegahan atau penanganan suatu ancaman. Intelijen juga bisa suatu operasi untuk mencegah suatu ancaman terjadi," tuturnya.
Sementara itu, sebagian masyarakat mengetahuinya bahwa intelijen itu orang yang menyamar sebagai tukang bakso atau nasi goreng yang membawa Handy Talky. Stanislaus Riyanta pun menanggapi hal tersebut.
"Tugas di lapangan untuk mencari informasi kadang perlu menyamar sebagai cover, apa pun covernya yang penting bisa menjadi akses dan perlindungan bagi petugas untuk mendapatkan informasi," katanya.
"Cover atau samaran tergantung sasarannya juga, tidak melulu tukang bakso, bisa saja kan sebagai wartawan sambil pura-pura mau wawancara ternyata intel yang sedang mencari informasi," tambahnya.
Dia juga menjelaskan beberapa fungsi intelijen. "Ada yang mencari informasi di lapangan sebagai fungsi agen, ada juga yang fungsinya sebagai analis. Yang menggunakan cover biasanya agen di lapangan," pungkasnya.
Sedangkan informan polisi, kata dia, orang yang menjadi sumber informasi bagi Polri. Informan ini, lanjut dia, bisa siapa saja misalkan masyarakat biasa yang mempunyai informasi.
"Intelijen, mau Polri, TNI, atau lembaga lain intinya bertugas mencari informasi, yang biasanya adalah informasi tentang suatu potensi ancaman, kemudian diolah untuk menjadi bahan pendukung pengambilan keputusan, terutama keputusan yang terkait pencegahan atau penanganan suatu ancaman. Intelijen juga bisa suatu operasi untuk mencegah suatu ancaman terjadi," tuturnya.
Sementara itu, sebagian masyarakat mengetahuinya bahwa intelijen itu orang yang menyamar sebagai tukang bakso atau nasi goreng yang membawa Handy Talky. Stanislaus Riyanta pun menanggapi hal tersebut.
"Tugas di lapangan untuk mencari informasi kadang perlu menyamar sebagai cover, apa pun covernya yang penting bisa menjadi akses dan perlindungan bagi petugas untuk mendapatkan informasi," katanya.
"Cover atau samaran tergantung sasarannya juga, tidak melulu tukang bakso, bisa saja kan sebagai wartawan sambil pura-pura mau wawancara ternyata intel yang sedang mencari informasi," tambahnya.
Dia juga menjelaskan beberapa fungsi intelijen. "Ada yang mencari informasi di lapangan sebagai fungsi agen, ada juga yang fungsinya sebagai analis. Yang menggunakan cover biasanya agen di lapangan," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :