Pahlawan juga Takut

Rabu, 09 November 2022 - 22:42 WIB
Keberaniannya membuat kita tak bisa membedakannya dengan kenekatan. Tapi kenekatannya bisa diterima karena dia bukanlah manusia biasa. Gambaran sosok pahlawan seperti itu akhirnya dipuasi dengan film-film superhero.

Sebegitu melekatnya sosok superhero hingga dalam kehidupan nyata, kita tidak jarang berharap sungguh-sungguh ada superhero yang sekali kibas bisa menyelesaikan masalah. Imajinasi telah berhasil menyelesaikan ketakutan-ketakutan dalam diri kita untuk bertindak dalam kehidupan nyata.

Padahal, dalam kehidupan nyata, pahlawan itu adalah manusia biasa. Mereka berdaging dan bertulang seperti yang kita miliki, yang merasa sakit saat tertusuk jarum, yang berdarah saat teriris silet.

Yang membedakan orang biasa dengan pahlawan bukan pada kesaktiannya, juga bukan karena ketiadaan rasa takut. Tapi bagaimana melampaui rasa takut itu.

Mengapa seorang pahlawan memiliki keberanian "lima menit" lebih lama dari kita? Itu karena dia meletakkan dirinya tidak sekadar untuk memuasi kepentingannya dan keselamatannya sendiri. Ada rasa tanggung jawab terhadap kebaikan bersama yang harus diperjuangkan.

Semua orang punya kebebasan untuk bertindak atau tidak bertindak demi kebaikan orang lain. Di sinilah kepahlawanan ditentukan.

Sebagaimana yang dinyatakan Bob Dylan, "A hero is someone who understand the responsibility that comes with his freedom". (Pahlawan adalah orang yang memahami makna tanggung jawab yang datang bersama kebebasannya).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!