Indonesia Naik Kelas Untungnya Apa?
Rabu, 08 Juli 2020 - 07:23 WIB
Sejumlah ekonom menyebut status Indonesia sebagai upper middle income country menunjukkan bahwa indikator ekonomi Indonesia selama beberapa tahun terakhir terjaga cukup baik. Dengan posisi sebagai negara berpenghasilan menengah atas, Indonesia dapat meningkatkan daya tawar dalam menjalin kerja sama internasional. Kepercayaan dunia internasional semakin tinggi, termasuk dalam menarik investasi asing yang ujungnya akan berdampak positif pada perekonomian Indonesia menjadi lebih maju yang bisa menciptakan peningkatan lapangan kerja. Selama ini penguasa selalu mengklaim Indonesia sangat seksi bagi investor asing namun pada kenyataannya masih jauh dari yang dibutuhkan untuk mendampingi anggaran negara dalam kategori terbatas dalam membangun Indonesia. Tengok saja investor asing tetap lebih fokus ke Vietnam dan Thailand.
Walau memberi sejumlah optimisme atas peringkat naik kelas terkait kenaikan penghasilan Indonesia yang disematkan Bank Dunia, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengingatkan pemerintah untuk tidak berbangga dulu. Pasalnya sejumlah konsekuensi yang mengikuti perubahan status tersebut, seperti dalam perdagangan internasional, akan berdampak pada produk Indonesia, yaitu semakin sedikit mendapatkan fasilitas keringanan tarif atau bea masuk. Selama ini negara dalam status lower middle income mendapat perlakuan khusus dalam perdagangan internasional. Selain itu tidak tertutup kemungkinan berimbas pada kenaikan tarif pajak negara dalam membayar utang bunga yang sudah di atas 7%. Indonesia dinilai telah mampu membayar bunga lebih tinggi.
Sayangnya status Indonesia naik kelas versi Bank Dunia menggunakan rapor indikator ekonomi hingga 2019, sementara perekonomian domestik kini babak belur sebagai dampak dari pandemi virus korona. Pertumbuhan ekonomi diprediksi bisa minus bila dalam dua kuartal ke depan hanya mencatatkan pertumbuhan minus, pemutusan hubungan kerja terus terjadi. Mampukah Indonesia tetap duduk di kelas upper middle income country?
Walau memberi sejumlah optimisme atas peringkat naik kelas terkait kenaikan penghasilan Indonesia yang disematkan Bank Dunia, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengingatkan pemerintah untuk tidak berbangga dulu. Pasalnya sejumlah konsekuensi yang mengikuti perubahan status tersebut, seperti dalam perdagangan internasional, akan berdampak pada produk Indonesia, yaitu semakin sedikit mendapatkan fasilitas keringanan tarif atau bea masuk. Selama ini negara dalam status lower middle income mendapat perlakuan khusus dalam perdagangan internasional. Selain itu tidak tertutup kemungkinan berimbas pada kenaikan tarif pajak negara dalam membayar utang bunga yang sudah di atas 7%. Indonesia dinilai telah mampu membayar bunga lebih tinggi.
Sayangnya status Indonesia naik kelas versi Bank Dunia menggunakan rapor indikator ekonomi hingga 2019, sementara perekonomian domestik kini babak belur sebagai dampak dari pandemi virus korona. Pertumbuhan ekonomi diprediksi bisa minus bila dalam dua kuartal ke depan hanya mencatatkan pertumbuhan minus, pemutusan hubungan kerja terus terjadi. Mampukah Indonesia tetap duduk di kelas upper middle income country?
(ras)
Lihat Juga :